Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaIndonesiaInternasional

Kim Yo Jong Ejek Korsel: “Boneka AS” Usai Latihan Militer Diperkecil

2
×

Kim Yo Jong Ejek Korsel: “Boneka AS” Usai Latihan Militer Diperkecil

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Pyongyang (Amperanews.com) — Pernyataan keras kembali dilontarkan Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, terhadap Korea Selatan. Ia mengecam Seoul setelah skala latihan militer gabungan dengan Amerika Serikat dikurangi atas perintah Presiden AS Donald Trump.

Kim Yo Jong bahkan menyebut Korea Selatan sebagai “pasukan boneka” Washington. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media pemerintah Korea Utara pada Kamis (20/8/2026) malam.

Example 300x600

Menurut Kim Yo Jong, keputusan mengurangi skala latihan militer menempatkan pemerintah Korea Selatan dalam posisi sulit. Ia menilai Seoul tidak memiliki ruang untuk menentang keputusan Washington.

“Trump mengeluarkan perintah mendadak untuk mengurangi skala latihan tersebut. Hal ini menempatkan Seoul dalam situasi sulit karena mereka harus membatalkan ‘latihan perang’ yang sangat mereka sukai,” ujar Kim Yo Jong, seperti dikutip Yonhap dan Korea Times, Jumat (21/8/2026).

Sindir Presiden Lee Jae Myung

Kim Yo Jong juga menyoroti sikap Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung yang menyatakan menghormati keputusan pengurangan skala latihan militer bersama AS.

Di sisi lain, Lee disebut tetap berkomitmen memperkuat kemampuan pertahanan secara mandiri. Sikap tersebut dinilai Kim Yo Jong sebagai kontradiktif.

Ia bahkan menyebut respons Presiden Lee sebagai pernyataan “bermuka dua” yang menunjukkan kegelisahan Seoul terhadap perubahan kebijakan militer Amerika Serikat.

Kim Yo Jong juga mengejek Korea Selatan yang dinilai tidak mampu menyampaikan keberatan atas keputusan Washington terkait keberadaan pasukan AS.

“Inilah nasib tidak terelakkan dari pasukan boneka,” ujar Kim Yo Jong.

Sebut Hubungan AS-Korsel Seperti Majikan dan Pelayan

Dalam pernyataannya, Kim Yo Jong memperluas kritiknya dengan menggambarkan hubungan Amerika Serikat dan Korea Selatan seperti hubungan antara “majikan dan pelayan”.

Menurut dia, pengurangan skala latihan militer menjadi pukulan bagi Seoul yang selama ini sangat mengandalkan dukungan keamanan dari Washington.

“Dunia menyaksikan kenyataan bahwa bantuan keamanan AS tidak lagi diberikan secara cuma-cuma,” katanya.

Kim Yo Jong bahkan memperingatkan bahwa Korea Selatan bisa menghadapi konsekuensi jika terus bergantung pada Amerika Serikat untuk kepentingan pertahanannya.

Korut Terus Soroti Latihan Militer AS-Korsel

Sebelumnya, Kim Yo Jong sempat enggan memberikan komentar panjang mengenai keputusan Trump tersebut. Ia hanya menyebut kebijakan itu tidak menarik untuk dibahas.

Namun, dalam pernyataan terbaru, Kim Yo Jong kembali menyerang kebijakan pertahanan Korea Selatan sekaligus mempertanyakan ketergantungan Seoul terhadap Washington.

Pernyataan tersebut menambah panjang ketegangan retorika antara Pyongyang dan Seoul di tengah dinamika hubungan militer Korea Selatan-Amerika Serikat. (Rd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *