Jakarta (Amperanews.com) – BPJS Kesehatan terus memperkuat perlindungan kesehatan anak melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebagai bagian dari upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045. Hingga Juni 2026, tercatat lebih dari 71 juta anak usia 0–17 tahun telah menjadi peserta aktif Program JKN. (Jumat, 24/07/2026).
Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025 pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta usia anak mencapai Rp25,32 triliun. Dana tersebut terdiri atas Rp588,93 miliar untuk pelayanan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Rp24,73 triliun untuk pelayanan di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL).
BPJS Kesehatan mencatat penyakit infeksi masih menjadi penyebab utama anak memanfaatkan layanan kesehatan. Di tingkat pelayanan primer, kasus flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mendominasi jumlah kunjungan, disusul demam, gangguan pertumbuhan gigi, diare, radang tenggorokan, batuk, serta gangguan pencernaan.
Sementara itu, pada layanan rumah sakit, kasus yang paling banyak ditangani meliputi demam tifoid, gastroenteritis, demam berdarah dengue (DBD), bronkopneumonia, dispepsia, dan pneumonia.
BPJS Kesehatan menilai perlindungan kesehatan anak harus dilakukan secara menyeluruh melalui sinergi berbagai program pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), serta layanan promotif dan preventif melalui Skrining Riwayat Kesehatan.
BPJS Kesehatan juga mengajak masyarakat memastikan seluruh anggota keluarga memiliki kepesertaan JKN yang aktif agar pelayanan kesehatan dapat diakses secara optimal sesuai kebutuhan medis. (Rd)


















