Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaEdukasiIndonesiaInternasional

Kuliah Tak Cukup di Kelas! Bamsoet Dukung UNPERBA-PT John Toys Siapkan Talenta Berstandar Dunia

0
×

Kuliah Tak Cukup di Kelas! Bamsoet Dukung UNPERBA-PT John Toys Siapkan Talenta Berstandar Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Purbalingga, Jawa Tengah (Amperanews.com) – Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar sekaligus pendiri Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA), Bambang Soesatyo (Bamsoet), mendukung langkah UNPERBA menjalin kerja sama dengan PT John Toys Indonesia.

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kampus UNPERBA Purbalingga, Jumat (28/8/2026). Bamsoet menyampaikan dukungannya secara daring dari Jakarta.

Example 300x600

Menurut Bamsoet, kemitraan antara perguruan tinggi dan industri menjadi semakin penting karena mahasiswa membutuhkan pengalaman nyata untuk memahami tuntutan dunia kerja. Terlebih, PT John Toys Indonesia merupakan perusahaan manufaktur yang berorientasi ekspor dan beroperasi di Purbalingga.

Ia menilai kerja sama tersebut dapat menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengenal langsung proses kerja industri yang terhubung dengan pasar internasional.

“Saya menyambut baik dan mendukung penuh kerja sama UNPERBA dengan PT John Toys Indonesia. Perguruan tinggi harus semakin dekat dengan dunia industri agar mahasiswa memahami sejak dini bagaimana standar kerja yang sesungguhnya,” ujar Bamsoet dalam keterangannya, Sabtu (29/8/2026).

Mahasiswa Belajar Standar Industri

Kerja sama UNPERBA dan PT John Toys Indonesia dirancang untuk memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus meningkatkan pengalaman praktik dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.

Sejumlah aspek industri yang dapat menjadi bagian dari pembelajaran antara lain proses manufaktur, quality assurance (QA), quality control (QC), keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ekspor, rantai pasok, produktivitas, standar operasional, hingga standar kualitas internasional.

Bamsoet menilai pengalaman langsung tersebut dapat memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa keberhasilan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Kualitas SDM, efisiensi produksi, konsistensi mutu, kepatuhan terhadap prosedur, hingga kemampuan memenuhi tuntutan pasar global juga menjadi faktor penting.

Tak Hanya Skill, Integritas Jadi Sorotan

Selain kompetensi teknis, kerja sama ini juga diharapkan memperkuat karakter dan kemampuan nonteknis mahasiswa.

Bamsoet menekankan pentingnya soft skills, etika kerja, integritas, kepatuhan, anti-fraud, antikorupsi, tanggung jawab sosial, serta budaya profesional dalam menghadapi persaingan dunia kerja.

Menurutnya, perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya kompeten, tetapi juga dapat dipercaya, mampu menjaga kualitas pekerjaan dan kerahasiaan perusahaan, memahami risiko, serta berani menolak praktik yang menyimpang.

Hal tersebut semakin penting bagi perusahaan yang menjadi bagian dari rantai pasok internasional dengan tuntutan tata kelola dan kepatuhan yang semakin tinggi.

Bidik “Purbalingga’s Global Talent”

Bamsoet menyebut kerja sama tersebut sebagai bentuk nyata link and match antara pendidikan tinggi dan dunia industri.

Industri dapat menyampaikan kebutuhan kompetensinya, sementara perguruan tinggi menyesuaikan pembelajaran dan pengalaman praktik. Di sisi lain, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menguji pengetahuan mereka dalam situasi kerja yang sesungguhnya.

Ia berharap pola kolaborasi seperti ini dapat diperluas sehingga Purbalingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing, bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga internasional.

Bamsoet bahkan mendorong lahirnya “Purbalingga’s Global Talent”, yakni generasi muda daerah yang memiliki kemampuan profesional, pengalaman industri, wawasan global, daya adaptasi, dan integritas.

Gagasan tersebut dinilai sejalan dengan visi UNPERBA sebagai Entrepreneur University yang berupaya membangun pola pikir kewirausahaan mahasiswa, termasuk keberanian mengambil inisiatif, melihat peluang, menyelesaikan masalah, kreatif, inovatif, adaptif, mampu berkolaborasi, berkomunikasi dengan baik, serta tetap menjunjung integritas.

Bamsoet menegaskan pembangunan SDM unggul tidak hanya menjadi tanggung jawab daerah perkotaan. Menurutnya, penguatan kompetensi generasi muda dapat dimulai dari daerah seperti Purbalingga melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan industri.

Acara penandatanganan MoU tersebut turut dihadiri Rektor UNPERBA Dr. Eming Sudiana, Wakil Rektor Dr. Nastain, President Director PT John Toys Indonesia Jong Hyun Lee, serta Direktur Utama PT John Toys Indonesia Park Jae Hyun. (Rd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *