Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaIndonesiaInternasional

Titiek Soeharto Puji Langkah Polri Kejar Swasembada Bawang Putih, Gudang Ketahanan Pangan Dibangun di NTB

1
×

Titiek Soeharto Puji Langkah Polri Kejar Swasembada Bawang Putih, Gudang Ketahanan Pangan Dibangun di NTB

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Lombok Timur, NTB (Amperanews.com) — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan komoditas bawang putih. Langkah tersebut ditandai dengan penanaman serentak, panen raya, hingga pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Kegiatan yang berlangsung Rabu (19/8/2026) itu dihadiri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Example 300x600

Kapolri mengatakan penguatan sektor pangan menjadi penting di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. Menurutnya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar Indonesia mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri.

“Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang tidak menentu seperti ini beliau menyampaikan bahwa kita harus mandiri terutama di bidang ketahanan pangan,” ujar Sigit.

2.593 Hektare Lahan Tersebar di 17 Polda

Dalam program tersebut, Polri telah mengidentifikasi potensi lahan seluas 2.593,1 hektare yang tersebar di 17 Polda. Dari total lahan tersebut, sekitar 927,6 hektare telah ditanami dan diproyeksikan menghasilkan hingga 9.276 ton bawang putih.

Program itu juga melibatkan 117 kelompok tani dengan total 2.257 petani.

Khusus pada kegiatan penanaman serentak kali ini, sebanyak 14 Polda menanam bawang putih di lahan seluas 279,5 hektare. Produksinya diperkirakan mencapai sekitar 2.795 ton dan dapat dipanen pada kuartal IV 2026.

NTB menjadi wilayah dengan lahan penanaman terbesar, yakni 120 hektare dengan potensi produksi sekitar 1.200 ton. Berikutnya Sumatera Selatan dengan 81 hektare dan potensi 810 ton, serta Jawa Barat dengan 44,58 hektare yang diproyeksikan menghasilkan 445,8 ton.

Sejumlah daerah lain juga mengikuti program tersebut, antara lain Jawa Tengah, Lampung, Sumatera Utara, NTT, Jawa Timur, Sumatera Barat, Aceh, Bengkulu, Bali, Sulawesi Selatan, dan Jambi.

Sementara itu, penanaman di Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah dijadwalkan berlangsung pada September dan Oktober 2026 dengan mempertimbangkan musim tanam dan kondisi cuaca.

Panen 1.050 Ton Bawang Putih

Selain penanaman, Kapolri bersama Titiek Soeharto juga menyaksikan panen raya bawang putih di Sembalun. Panen dilakukan pada lahan seluas 105 hektare yang melibatkan sembilan kelompok tani dan 287 petani.

Produksi dari lahan tersebut diperkirakan mencapai 1.050 ton bawang putih.

Polri juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk memperkuat sektor hulu pertanian. Bantuan tersebut terdiri atas 90 unit traktor tangan, satu traktor roda empat, lima pompa air tenaga surya, 19 pompa air beserta perlengkapannya, serta 17 ton pupuk Phonska Nitroku.

Penanaman bawang putih secara serentak di 14 Polda tersebut juga memperoleh rekor dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).

Gudang Ketahanan Pangan Dibangun

Penguatan program tidak berhenti pada produksi. Polri bersama Titiek juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan di Sembalun.

Gudang tersebut dibangun di atas lahan seluas 1.013 meter persegi yang dihibahkan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Bangunan gudang memiliki luas 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan mencapai 300 ton.

Pembangunannya mendapat dukungan anggaran sebesar Rp1,4 miliar dari Pemerintah Provinsi NTB.

Gudang tersebut diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pengelolaan pascapanen sekaligus menjaga kualitas bawang putih. Hasil panen nantinya akan diserap Bulog untuk memenuhi kebutuhan bibit pada musim tanam berikutnya.

Dengan pola tersebut, peningkatan produksi diharapkan berjalan seiring dengan kepastian pasar bagi petani.

Titiek Soeharto Minta Program Berkelanjutan

Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto mengapresiasi langkah Polri dan Kementerian Pertanian dalam memperkuat swasembada pangan. Ia juga memberikan apresiasi kepada Menko Pangan yang dinilai berperan dalam mengoordinasikan berbagai kementerian dan lembaga.

Menurut Titiek, penanaman serentak harus menjadi momentum untuk membangun gerakan yang konsisten dan berkelanjutan.

Ia menilai swasembada bawang putih tidak cukup hanya mengandalkan perluasan lahan dan peningkatan produksi. Ekosistem pertanian, menurutnya, harus diperkuat melalui kepastian penyerapan hasil panen, tata niaga yang sehat, hingga peningkatan kesejahteraan petani.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat produksi bawang putih dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri. (Rd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *