Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaHukumIndonesiaInternasionalKeselamatan

Polisi Kembali Periksa Sekolah di Pondok Pinang, Puslabfor Uji DNA dan Teliti 30 Barang Terkait Senjata

3
×

Polisi Kembali Periksa Sekolah di Pondok Pinang, Puslabfor Uji DNA dan Teliti 30 Barang Terkait Senjata

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta (Amperanews.com) – Polisi kembali melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) di sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, yang sebelumnya menjadi lokasi penemuan ratusan senjata. (Selasa, 11 Agustus 2026).

Dalam pemeriksaan terbaru, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri menerjunkan dua tim untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang yang ditemukan sekaligus mengambil sampel DNA dari beberapa ruangan.

Example 300x600

Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech, mengatakan salah satu tim Puslabfor bertugas mengambil dan menguji sampel DNA. Tim lainnya fokus memeriksa barang-barang yang berkaitan dengan senjata, mulai dari senjata api, senapan angin, amunisi hingga komponen pendukungnya.

Sampel DNA telah dikumpulkan dari tiga ruangan yang menjadi lokasi penemuan barang. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan pihak-pihak yang pernah berada atau bersentuhan dengan benda maupun area di dalam ruangan tersebut.

Tiga ruangan yang diperiksa merupakan ruangan mantan ketua yayasan, ruang sekretaris, serta ruang sarana dan prasarana. Dari pemeriksaan terbaru, Puslabfor menemukan 30 item yang berkaitan dengan senjata dan perlengkapannya.

Barang-barang tersebut di antaranya berupa airsoft gun, amunisi, magasin airsoft gun, serta sejumlah komponen seperti sasaran tembak dan gagang senjata.

Setelah proses pemeriksaan oleh Puslabfor selesai, polisi kemudian membuka kembali garis polisi yang sebelumnya dipasang di area tersebut. Pembukaan dilakukan agar lokasi dapat kembali digunakan pihak yayasan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski garis polisi telah dilepas, penyidik masih melakukan pendalaman terkait asal-usul dan kepemilikan barang-barang yang ditemukan.

Sebelumnya, polisi mengungkap total 996 pucuk senjata ditemukan di lokasi pada 10-11 Juli 2026 dan kembali ditemukan pada 5 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 995 merupakan senapan angin, sedangkan satu lainnya disebut sebagai senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA yang dikaitkan dengan pria berinisial DS.

Kasus tersebut juga tidak terlepas dari konflik internal kepengurusan yayasan sekolah. Kuasa hukum mantan ketua yayasan berinisial IWD menyebut keberadaan senjata sebenarnya telah diketahui oleh pihak tertentu sebelum kasus tersebut mencuat.

Di sisi lain, kuasa hukum pihak sekolah mengakui adanya perselisihan dalam struktur yayasan. Menurut pihak sekolah, konflik kepengurusan tersebut menjadi awal terbukanya akses ke ruangan yang sebelumnya dikuasai pihak tertentu.

Setelah akses diperoleh, pihak sekolah mengaku menemukan berbagai barang yang diduga terlarang, termasuk ratusan senjata. Mereka juga menyebut adanya temuan lain yang kemudian turut dilaporkan kepada aparat.

Polisi hingga kini masih mendalami seluruh rangkaian temuan tersebut untuk memastikan status, kepemilikan, serta tujuan penyimpanan barang-barang yang ditemukan di lingkungan sekolah. (Rd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *