Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Perpusnas Cetak Rekor MURI untuk Penulisan Fiksi Mini Terbanyak

49
×

Perpusnas Cetak Rekor MURI untuk Penulisan Fiksi Mini Terbanyak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada kategori penulisan fiksi mini terbanyak di Tanah Air.

“Tulisan yang baik, yang berbobot pasti akan didasari oleh bacaan yang baik dan berbobot pula. Tulisan yang bernas pasti dasarnya harus dari membaca bacaan-bacaan yang berkualitas,” kata Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa.

Example 300x600

Dalam sambutannya saat menghadiri Peluncuran Buku Kumpulan Fiksi Mini sekaligus Penyerahan Piagam Pemecahan Rekor MURI di Jakarta, Senin (15/9), Aminudin mengatakan bahwa dari 5.337 naskah yang berhasil dihimpun, sebanyak 3.149 naskah dinyatakan lolos seleksi berdasarkan penilaian kurator.

Seluruh karya yang lolos nantinya diterbitkan dalam 55 buku kumpulan fiksi mini. Ia menyebut kualitas fiksi mini yang dibuat dalam kumpulan buku sepenuhnya ditentukan dan menjadi tanggung jawab para kurator.

Ia berpesan agar para penulis senantiasa terbuka terhadap kritik yang membangun. “Mudah-mudahan ini akan memotivasi Bapak Ibu, adik-adik, para siswa, para penggerak literasi dan siapapun yang ikut menulis dalam karya ini untuk kemudian menulis lagi dan menulis lagi. Jangan sampai ini adalah karya pertama dan karya terakhir,” ujar dia.

Sejumlah pejabat Perpustakaan Nasional yang ikut menulis karya fiksi mini, di antaranya Sekretaris Utama Joko Santoso dengan judul “Wanita Berbaju Merah di Perpustakaan”, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Adin Bondar dengan judul “Pilihan Kedua”, serta Kepala Pusat Pembinaan Pustakawan Agus Sutoyo dengan cerita berjudul “Jawa tapi Betawi”.

Aminudin mengatakan kemampuan menulis seseorang tidak dapat dipisahkan dari kebiasaan orang tersebut membaca.

Ia berharap penulisan fiksi mini yang digagas Duta Baca Indonesia Gol A Gong dapat menjadi sarana efektif untuk membudayakan membaca, meningkatkan kecakapan literasi, sekaligus menyediakan bahan bacaan yang sesuai dengan minat masyarakat.

Menurutnya, masyarakat, khususnya anak-anak muda memiliki minat membaca. Sayangnya, bahan-bahan bacaan yang sesuai dengan minat mereka sangat jarang tersedia.

“Kalau bacaannya sesuai dengan minatnya, pasti mereka akan membacanya,” kata dia.

Wakil Direktur Utama MURI Osmar Susilo menjelaskan fiksi merupakan karya tulis yang spesial, karena memerlukan imajinasi yang luas dan konkret untuk membuat cerita yang berkelas.

Ia mencontohkan ada banyak penulis atau buku yang terkenal atas kumpulan fiksi mini, seperti misalnya Hans Christian Andersen, Greens Brothers, hingga 1001 Arabian Night.

“Dengan adanya rekor pada hari ini, saya yakin penulis yang ada di buku ini tidak kalah hebat dengan penulis yang saya sebutkan,” kata Osmar.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *