Jakarta (Amperanews.com) – Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua, Iptu Motalip Litiloly, dinobatkan sebagai penerima Hoegeng Awards 2026 untuk kategori Polisi Tapal Batas dan Pedalaman. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdiannya dalam melayani masyarakat di wilayah pedalaman Papua. (Sabtu, 01/08/2026).
Pada malam puncak Hoegeng Awards 2026 yang digelar di The Tribrata Darmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026), Iptu Motalip menyampaikan bahwa prinsip utama yang selalu dipegang selama bertugas adalah bekerja dengan hati dan mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa aparat kepolisian yang bertugas di Kabupaten Nduga harus mengutamakan pelayanan yang mengedepankan kemanusiaan serta menghindari tindakan yang dapat merugikan masyarakat.
Momentum penghargaan tersebut juga dimanfaatkan Iptu Motalip untuk menyampaikan harapan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengenai peningkatan fasilitas bagi personel Polres Nduga.
Ia menjelaskan bahwa hingga kini kondisi tempat tinggal anggota masih sangat terbatas. Bahkan, menurutnya, satu barak perwira masih ditempati oleh beberapa personel secara bersamaan, sementara asrama bagi anggota bintara juga belum memadai.
Menanggapi permintaan tersebut, Kapolri langsung meminta jajaran terkait untuk segera membahas kebutuhan pembangunan rumah dinas dan fasilitas pendukung bagi personel yang bertugas di wilayah Nduga.
Selain menyampaikan aspirasi terkait sarana prasarana, Iptu Motalip juga mengungkapkan keinginannya agar sang putri dapat mengikuti jejaknya menjadi anggota Polri, khususnya sebagai Polisi Wanita (Polwan). Harapan itu disampaikan sebagai bentuk kebanggaan terhadap profesi yang telah dijalaninya selama bertugas di daerah perbatasan dan pedalaman.
Hoegeng Awards sendiri merupakan ajang penghargaan hasil kolaborasi antara detikcom dan Polri yang bertujuan memberikan apresiasi kepada anggota kepolisian yang dinilai memiliki dedikasi, integritas, inovasi, serta pengabdian luar biasa kepada masyarakat.
Pada penyelenggaraan tahun 2026, proses seleksi dimulai sejak Januari melalui usulan masyarakat yang menghasilkan lebih dari sembilan ribu nominasi. Setelah melalui tahapan verifikasi, penilaian Dewan Pakar, serta uji publik, akhirnya dipilih para penerima penghargaan dalam lima kategori. (Rd)


















