Jakarta (Amperanews.com) – Sebuah peristiwa tak biasa terjadi di Rusia setelah seekor kucing diamankan petugas karena diduga digunakan sebagai kurir untuk menyelundupkan narkoba ke dalam lembaga pemasyarakatan. Kasus unik tersebut terjadi di wilayah Nizhny Novgorod dan langsung menarik perhatian publik internasional. (Selasa, 28/07/2026).
Informasi mengenai kejadian itu diumumkan Direktorat Utama regional Layanan Pemasyarakatan Federal Rusia (FSIN) pada 21 Juli 2026. Dalam keterangannya, petugas menemukan seekor kucing mengenakan kalung kain buatan yang menyimpan sejumlah zat mencurigakan.
Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan dengan bantuan pawang serta anjing pelacak bernama Foxy. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa benda yang disembunyikan di dalam kalung tersebut merupakan narkotika yang diduga akan diselundupkan kepada narapidana di dalam penjara.
Petugas kemudian menyita seluruh barang bukti yang melekat pada kalung kucing tersebut. Setelah memastikan kondisi hewan itu dalam keadaan sehat dan tidak mengalami luka, kucing tersebut dilepaskan.
Kasus ini sontak menjadi perbincangan di berbagai platform media sosial, termasuk Instagram dan X. Banyak warganet mengaku terkejut sekaligus prihatin karena hewan dimanfaatkan sebagai alat untuk menjalankan aksi kriminal.
Sebagian netizen menganggap peristiwa tersebut unik, sementara lainnya menilai pelaku sebenarnya adalah pihak yang memanfaatkan naluri hewan demi menghindari pengawasan aparat.
Bukan kali pertama modus seperti ini terungkap. Pada 2025, otoritas Kosta Rika juga pernah menggagalkan penyelundupan narkoba menggunakan seekor kucing yang membawa ratusan gram ganja dan heroin yang ditempelkan di tubuhnya sebelum berhasil diamankan petugas.
Kasus terbaru di Rusia kembali menjadi pengingat bahwa jaringan penyelundupan narkotika terus mencari berbagai cara untuk mengelabui aparat, termasuk dengan memanfaatkan hewan sebagai media pengiriman barang terlarang. (Rd)


















