Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaEdukasiIndonesiaInternasional

Bikin Bangga! Ismi, Siswi Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar Lolos Paskibraka Nasional 2026

4
×

Bikin Bangga! Ismi, Siswi Sekolah Rakyat dari Polewali Mandar Lolos Paskibraka Nasional 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta (Amperanews.com) – Prestasi membanggakan kembali datang dari Sekolah Rakyat. Ismi Ulfaida, siswi berusia 16 tahun asal Polewali Mandar, Sulawesi Barat, berhasil terpilih sebagai salah satu Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026.

Ismi menjadi satu-satunya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil menembus seleksi hingga tingkat nasional tahun ini. Ia terpilih bersama 75 putra-putri lainnya yang mewakili 38 provinsi di Indonesia.

Example 300x600

Kabar tersebut diumumkan pada 22 Juni 2026. Bagi Ismi, pencapaian itu terasa istimewa karena sebelumnya dia sama sekali belum pernah menjadi anggota pasukan pengibar bendera.

“Ini baru pertama kalinya saya menjadi Paskibra,” kata Ismi dalam keterangan tertulis Kementerian Sosial, Sabtu (15/8/2026).

Anak Buruh Tani yang Berani Bermimpi

Ismi merupakan anak ketiga dari pasangan Rahman dan Suburia. Dia berasal dari Desa Bonra, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.

Latar belakang keluarga tidak membuat Ismi berhenti bermimpi. Justru kesempatan yang diperolehnya di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 22 Polewali Mandar membuka jalan untuk mengenal dunia baris-berbaris.

Saat masih duduk di SMP, Ismi belum pernah tergabung dalam pasukan pengibar bendera. Ketertarikannya mulai tumbuh ketika mengikuti kegiatan Pramuka di Sekolah Rakyat.

Pihak sekolah turut mendukung perjuangannya dengan memberikan pembinaan Wawasan Kebangsaan, Intelegensia Umum, kesenian hingga latihan baris-berbaris secara rutin.

Inspirasi Ismi juga datang dari sosok Bianca Alessia Christabella Lantang, pembawa baki Paskibraka Nasional 2025 asal Sulawesi Utara. Ismi mengenal Bianca melalui media sosial dan kemudian menjadikannya sebagai motivasi untuk mengejar prestasi serupa.

Lolos dari 119.441 Pendaftar

Perjalanan Ismi menuju tingkat nasional tidak mudah. Seleksi Paskibraka yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) berlangsung berjenjang, mulai dari kabupaten/kota, provinsi hingga tingkat nasional.

Peserta harus melewati berbagai tahapan, termasuk verifikasi administrasi, Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), kesamaptaan, baris-berbaris, tes kepribadian, minat dan bakat serta psikotes pada tingkat provinsi.

Tahun ini, jumlah pendaftar mencapai 119.441 orang.

Awalnya, Ismi hanya memasang target untuk menjadi Paskibraka tingkat provinsi. Namun, kegigihan dan kedisiplinannya justru mengantarkan dirinya hingga seleksi nasional.

Harus Berjauhan dengan Orang Tua

Setelah dinyatakan lolos, Ismi harus menjalani karantina serta pembinaan dan pelatihan terpusat di Jakarta.

Jarak dengan orang tua menjadi tantangan tersendiri. Sebelum mengikuti pelatihan, Ismi masih bisa bertemu dengan keluarganya sekitar dua minggu sekali di Sekolah Rakyat.

Kini, rasa rindu tersebut justru menjadi penyemangat bagi Ismi untuk menjalani latihan dengan sungguh-sungguh.

“Mama, Papa, sehat-sehat ya di sana, jaga kesehatan, tunggu Ismi pulang,” tuturnya.

Ismi mulai mengikuti Pembinaan dan Pelatihan Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 sejak 14 Juli. Dia dipersiapkan untuk menjalankan tugas pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara pada 17 Agustus 2026.

Disiplin di Sekolah Rakyat Jadi Bekal

Ismi mengaku tidak terlalu kesulitan beradaptasi dengan pola kehidupan selama masa karantina. Menurutnya, rutinitas di tempat pelatihan memiliki kemiripan dengan kesehariannya di Sekolah Rakyat.

“Bangun tidur, terus mandi, salat. Habis itu olahraga pagi, lanjut latihan sampai jam tujuh, ishoma, latihan lagi sampai jam lima sore, salat Maghrib, makan malam, salat Isya,” katanya.

Rutinitas tersebut membuat Ismi terbiasa menjalani aktivitas secara disiplin dan teratur.

Kini, dia tinggal menunggu momentum 17 Agustus. Ismi bertekad memberikan penampilan terbaik dan membawa kebanggaan bagi orang tua, sekolah, guru serta teman-temannya.

Dia juga berpesan kepada anak-anak lain agar tidak takut mengejar cita-cita.

“Untuk teman-teman di luar sana, tetap semangat ya. Jangan putus asa, jangan mudah menyerah,” pesan Ismi.

BPIP Apresiasi Kesempatan untuk Siswa Sekolah Rakyat

Wakil Kepala BPIP sekaligus Pengarah Program Paskibraka, Rima Agristina, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada siswa Sekolah Rakyat untuk mengikuti seleksi Paskibraka.

Dari 170 siswa Sekolah Rakyat yang mendaftar, sebanyak 48 orang berhasil lolos tingkat kabupaten/kota dan dua siswa mencapai tingkat provinsi. Ismi kemudian menjadi satu-satunya siswa Sekolah Rakyat yang berhasil menembus seleksi nasional pada 2026.

“Kami mencatat ada 170 siswa Sekolah Rakyat yang mendaftar untuk ikut Program Paskibraka ini,” kata Rima.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa kesempatan untuk berprestasi dapat terbuka bagi seluruh anak melalui pembinaan dan dukungan yang tepat. (Rd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *