Jakarta (Amperanews.com) — Kebersamaan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Presiden, Jakarta, Senin (17/8/2026), menjadi perhatian publik.
Sebuah tangkapan kamera memperlihatkan Prabowo duduk di antara Jokowi dan Gibran. Ketiganya terlihat berada dalam suasana akrab dan sempat tertawa bersama.
Momen tersebut kemudian ramai dikaitkan dengan dinamika politik nasional, terutama isu mengenai hubungan Prabowo dan Jokowi yang sebelumnya sempat disebut mengalami kerenggangan. (Rabu, 19/08/2026).
Momen Keakraban di Tengah Isu Politik
Isu mengenai hubungan kedua tokoh tersebut berkembang seiring dengan aktivitas politik Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di sejumlah daerah. Situasi itu bahkan memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan munculnya kekuatan politik yang saling berhadapan menjelang Pemilu 2029.
Namun, suasana berbeda justru terlihat dalam perayaan kemerdekaan di Istana. Prabowo, Jokowi, dan Gibran tampak duduk berdekatan serta menunjukkan suasana santai.
Sebelumnya, kedatangan putra Prabowo, Ragowo Hediprasetyo atau Didit Hediprasetyo, ke Solo pada akhir Maret 2026 juga sempat dikaitkan dengan upaya menjaga hubungan baik antara keluarga Prabowo dan Jokowi.
PAN Sebut Gambaran Politik Sehat
Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga menilai kebersamaan tiga tokoh tersebut merupakan gambaran positif dalam kehidupan politik.
Menurutnya, pemimpin yang dapat duduk bersama, berdialog dan menunjukkan persahabatan di tengah peringatan kemerdekaan merupakan bentuk politik yang sehat.
“Bagi PAN, jika para pemimpin bisa duduk bersama, berdialog, tersenyum dan menunjukkan suasana persahabatan di tengah peringatan kemerdekaan, itu adalah contoh politik yang sehat penuh dengan kebijaksanaan,” ujar Viva.
Pandangan serupa disampaikan Ketua DPP PKB Daniel Johan. Ia menilai perbedaan pilihan atau pandangan politik tidak seharusnya menghilangkan hubungan silaturahmi antartokoh bangsa.
Daniel juga menyebut kehadiran mantan presiden dan wakil presiden dalam rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan merupakan bagian dari tradisi kenegaraan.
“Hal yang positif, karena undangan kepada mantan presiden dan wakil presiden dalam upacara HUT Kemerdekaan memang sudah menjadi tradisi kenegaraan, sehingga wajar saja,” kata Daniel.
Belum Bisa Jadi Patokan Politik 2029
Meski foto tersebut menunjukkan suasana akrab, satu momen kebersamaan belum cukup untuk memastikan bagaimana konfigurasi politik pada Pemilu 2029 mendatang.
Hubungan personal, komunikasi antarelite, serta arah koalisi partai politik masih dapat berubah seiring perkembangan politik nasional.
Karena itu, momen Prabowo, Jokowi dan Gibran tertawa bersama lebih tepat dipandang sebagai gambaran suasana dalam sebuah acara kenegaraan, bukan sebagai kepastian mengenai arah politik mereka pada 2029. (Rd)


















