Jakarta (Amperanews.com) — Momen Presiden Prabowo Subianto bertemu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam rangkaian Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 mencuri perhatian. Prabowo terlihat memberikan hormat kepada Jokowi sebelum keduanya bersalaman dan berbincang singkat. (Sabtu, 15/08/2026)
Peristiwa tersebut terjadi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), setelah rangkaian sidang berakhir.
Berdasarkan pantauan di lokasi, Prabowo turun dari mimbar pidato dan kemudian menyalami sejumlah tamu yang hadir. Setelah Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menutup sidang, Prabowo bergerak menghampiri sejumlah tokoh.
Sekitar pukul 11.49 WIB, Prabowo terlihat mendatangi Jokowi. Presiden kemudian memberikan gestur hormat kepada pendahulunya tersebut.
Jokowi membalas gestur tersebut. Keduanya lalu berjabat tangan dan terlibat percakapan singkat.
Suasana pertemuan tampak cair. Prabowo dan Jokowi bahkan sempat tertawa bersama. Jokowi juga terlihat memberikan gestur acungan jempol kepada Prabowo.
Setelah berbincang dengan Jokowi, Prabowo melanjutkan agenda dengan menyalami sejumlah tokoh lain, termasuk Wakil Presiden ke-11 RI Boediono dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh.
Prabowo Sampaikan Sejumlah Agenda Pemerintahan
Momen pertemuan dengan Jokowi berlangsung setelah Prabowo menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan sejumlah kebijakan dan agenda pemerintah. Salah satunya mengenai rencana memperkenalkan bahasa asing kepada siswa sejak kelas 1 SD.
Presiden menyebut beberapa bahasa yang akan didorong untuk dipelajari, antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol dan Prancis.
Menurut Prabowo, pembelajaran bahasa asing sejak usia dini penting karena anak-anak memiliki kemampuan lebih cepat dalam menyerap bahasa. Penguasaan bahasa tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ketika generasi muda memasuki dunia pendidikan maupun dunia kerja.
Selain pendidikan, Prabowo juga menyinggung persoalan stunting. Ia mengatakan kondisi tersebut dapat menghambat perkembangan anak dan memberikan dampak terhadap kualitas kehidupan mereka di masa mendatang.
Karena itu, pemerintah berkomitmen melanjutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), tetapi dengan sejumlah pembenahan.
Prabowo menegaskan keberlanjutan program tersebut akan disertai upaya perbaikan dan efisiensi agar pelaksanaannya semakin optimal. (Rd)


















