Jakarta (Amperanews.com) – Kepergian Ustaz Ahmad Firdaus (53) yang wafat saat menyampaikan ceramah di sebuah pengajian di kawasan Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, jemaah, dan masyarakat sekitar. Sosok almarhum dikenal sebagai ulama yang sederhana, mudah bergaul, serta memiliki kedekatan emosional dengan para jemaahnya. (Senin, 03/08/2026).
Putra almarhum, Ahmad Fikri Fairus (31), mengenang sang ayah sebagai pribadi yang tidak pernah menjaga jarak dengan masyarakat. Menurutnya, Ahmad Firdaus selalu membangun hubungan layaknya sahabat dengan para jemaah, mulai dari berdiskusi hingga menikmati waktu bersama di warung kopi tanpa membedakan status maupun usia.
Selain aktif berdakwah, almarhum juga dikenal rutin mengajak masyarakat mengikuti kegiatan ziarah ke makam para ulama, khususnya ulama Betawi. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan setiap bulan, bahkan dalam kesempatan tertentu dilakukan lebih sering sebagai bagian dari pembinaan spiritual jemaah.
Fairus mengungkapkan, beberapa saat sebelum mengembuskan napas terakhir, sang ayah masih sempat mengirim pesan melalui grup WhatsApp untuk mengajak para jemaah mengikuti istigasah. Ajakan tersebut menjadi pesan terakhir yang dikenang keluarga sebelum almarhum wafat saat menjalankan tugas dakwah.
Kenangan serupa juga disampaikan salah seorang warga sekaligus jemaah, Jamaludin (53). Ia menilai Ahmad Firdaus bukan hanya seorang guru agama, tetapi juga sosok kakak, sahabat, dan teman berdiskusi yang selalu terbuka kepada siapa saja.
Menurut Jamaludin, almarhum kerap memimpin rombongan ziarah ke sejumlah makam ulama dan tokoh agama di wilayah Jakarta, seperti kawasan Luar Batang, Pangeran Jayakarta, hingga beberapa makam ulama Betawi lainnya. Kegiatan tersebut rutin diikuti para murid dan anggota majelis sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperdalam nilai-nilai keagamaan.
Ia juga mengungkapkan bahwa Ahmad Firdaus dikenal ringan tangan membantu masyarakat. Setiap kali ada jemaah yang menggelar hajatan atau membutuhkan pendampingan dalam kegiatan keagamaan, almarhum hampir tidak pernah menolak undangan tersebut.
Peristiwa wafatnya Ustaz Ahmad Firdaus terjadi pada Kamis (30/7/2026) saat sedang memberikan tausiah dalam sebuah pengajian di Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Momen tersebut menjadi perhatian publik setelah video yang memperlihatkan almarhum tiba-tiba terjatuh ketika menyampaikan ceramah beredar luas di media sosial. Pihak keluarga telah mengonfirmasi peristiwa tersebut.
Kepergian almarhum saat menjalankan aktivitas dakwah menjadi duka mendalam bagi banyak pihak yang mengenalnya, sekaligus meninggalkan teladan tentang kesederhanaan, kedekatan dengan masyarakat, dan semangat mengajak umat kepada kebaikan. (Rd)


















