Jakarta (Amperanews.com) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan apresiasi terhadap capaian para lulusan terbaik Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII yang mayoritas berasal dari keluarga sederhana. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan Pamong Praja Muda di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Rabu (29/7/2026).
Dalam sambutannya, Presiden mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan Menteri Dalam Negeri, sepuluh lulusan terbaik IPDN tahun akademik 2025/2026 berasal dari berbagai latar belakang ekonomi sederhana, seperti anak buruh, petani, hingga keluarga prajurit TNI berpangkat bintara.
Menurut Presiden, fakta tersebut menjadi bukti bahwa proses seleksi di IPDN telah berjalan secara objektif dan memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh putra-putri bangsa tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.
Prabowo menegaskan bahwa sistem rekrutmen aparatur negara harus berlandaskan prinsip meritokrasi, yakni memilih individu terbaik berdasarkan kemampuan, integritas, dan prestasi. Dengan sistem yang adil, setiap anak Indonesia memiliki peluang yang sama untuk mengabdikan diri kepada negara.
Presiden juga menilai keberhasilan peserta didik dari keluarga sederhana meraih prestasi tertinggi menjadi cerminan bahwa nilai-nilai Pancasila dan semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia terus diwujudkan dalam sistem pendidikan pemerintahan.
Ia berharap para Pamong Praja Muda yang baru dilantik mampu menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta menjadi pemimpin yang melayani masyarakat dan membawa perubahan positif bagi pembangunan daerah maupun nasional.
Pada kesempatan tersebut, IPDN juga memberikan penghargaan kepada sepuluh lulusan terbaik Tahun Akademik 2025/2026. Penghargaan Kartika Astha Brata diberikan kepada Aji Bayu Ramadhan dari Nusa Tenggara Timur, Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan.
Sementara penghargaan Sapta Abdi Praja diberikan kepada sembilan lulusan berprestasi lainnya, yaitu Charina Anggie Simbolon (Kepulauan Riau), Mohamad Toriq Anwar (Jawa Tengah), M. Ramdhan (Jawa Barat), Febyanti Rachman (Jawa Tengah), Siti Ifadoh (Jawa Timur), Dwi Ajeng Ayu Farahdilah Akbbar (Jawa Timur), Dwimas Januari Setiawan (NTT), I Kadek Bayu Swastika (Bali), dan Agung Mirah Prayoga (Jawa Timur).
Pemerintah berharap para lulusan terbaik tersebut dapat menjadi teladan dalam membangun birokrasi yang profesional, bersih, dan berorientasi pada pelayanan publik. (Rd)
















