Jakarta (Amperanews.com) – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menegaskan komitmennya untuk membentuk generasi muda yang berprestasi, mencintai budaya bangsa, serta siap menjadi penerus peradaban Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyampaikan bahwa anak-anak memiliki peran strategis sebagai agen pelestari budaya sekaligus generasi penerus yang akan menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, pembangunan karakter sejak dini melalui penguatan nilai-nilai budaya dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul.
Sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional, Fadli Zon bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dijadwalkan menghadiri Festival “Generasi Berani Exploring – Biarkan Mereka Berlari” yang berlangsung di The CIBIS Business Park, Jakarta, pada Sabtu (25/7/2026).
Festival tersebut merupakan inisiatif Betadine Indonesia yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, dan keluarga. Kegiatan ini bertujuan mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS) melalui pendekatan edukatif dan interaktif yang dekat dengan kehidupan anak dan keluarga.
Beragam aktivitas disiapkan dalam festival tersebut untuk mendorong keseimbangan antara aktivitas di dunia digital dan kehidupan nyata. Kegiatan meliputi diskusi bersama, olahraga keluarga, permainan edukatif, hingga peluncuran Buku Saku Inspirasi Aktivitas Anak dan Keluarga yang disusun secara kolaboratif oleh komunitas orang tua, tenaga pendidik, tenaga kesehatan, serta pemerhati tumbuh kembang anak.
Buku saku tersebut diharapkan menjadi panduan praktis bagi keluarga dalam menghadirkan berbagai aktivitas positif di luar penggunaan perangkat digital atau screen-free activities, sehingga anak memperoleh ruang tumbuh yang lebih sehat dan seimbang.
Sebagai upaya memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada generasi muda, Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Pengembangan Budaya Digital menggandeng Komunitas Hong untuk menghadirkan wahana permainan tradisional bagi anak usia 5 hingga 8 tahun.
Berbagai permainan warisan budaya tak benda (WBTb) akan diperkenalkan, seperti Congklak atau Dakon, Bekel, Gasing, Kelom Batok, Dam-Daman, Rorodaan, Balap Jajar, hingga permainan kelompok seperti Ular Naga, Ampar-Ampar Pisang, Cublek-Cublek Suweng, dan Cing Ciripit. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak diharapkan semakin mengenal sekaligus memiliki kebanggaan terhadap kekayaan budaya Nusantara.
Dalam pesan khusus memperingati Hari Anak Nasional 2026, Fadli Zon berharap generasi muda Indonesia terus mencintai budaya bangsa, mengembangkan prestasi, serta menjadi bagian dari generasi yang mampu mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, festival ini menjadi contoh nyata kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak di ruang digital sekaligus mendorong mereka tetap aktif, sehat, kreatif, dan bahagia melalui aktivitas di dunia nyata.
Kementerian Kebudayaan berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, media, dan keluarga dapat terus diperkuat agar tercipta ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak Indonesia secara optimal, baik dari sisi karakter, kesehatan, maupun kecintaan terhadap budaya nasional. (Rd)


















