Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Wamenkes: 12 Kabupaten/Kota di Indonesia Bebas Pasung dan Penelantaran ODGJ

35
×

Wamenkes: 12 Kabupaten/Kota di Indonesia Bebas Pasung dan Penelantaran ODGJ

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Tangerang – (AmperaNews.com) – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan sebanyak 12 kabupaten/kota di Indonesia melakukan komitmen bersama menyatakan bebas pasung, penelantaran, dan kekerasan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Wamenkes Dante Saksono Harbuwono di Tangerang, Kamis, mengatakan daerah yang melakukan komitmen bebas pasung yaitu Lamongan, Belitung, Belitung Timur, Boyolali, Banjarnegara, Kepulauan Seribu, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dan Kota Tangerang.

Example 300x600

Adapun poin dari komitmen bersama yakni melakukan pembebasan pasung pada masyarakat dan institusi di luar sektor kesehatan. Meneguhkan komitmen bersama dalam meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa sesuai standar pelayanan minimal bidang kesehatan.

Selain itu meningkatkan kolaborasi lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan pasung serta penelantaran Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mendorong adanya sistem rujukan terpadu antara layanan kesehatan, sosial, dan masyarakat dengan menjamin pemenuhan hak-hak ODGJ untuk memperoleh pelayanan yang manusiawi dan bermartabat.

“Pemasungan dan gangguan kesehatan jiwa bukan sekedar isu medis, tetapi juga persoalan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan. Maka itu perlu kerja sama lintas sektor dalam penanganan,” kata Wamenkes Dante pada acara Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Puspemkot Tangerang.

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan penyelarasan antara program pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam memastikan layanan kesehatan jiwa dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Kami terus berkomitmen untuk memperkuat upaya penanganan kesehatan jiwa di Kota Tangerang. Melalui berbagai program seperti Puspaga, kami melakukan sosialisasi agar masyarakat dapat mengenali dan mengatasi persoalan mental sejak dini,” ujar Sachrudin.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *