New York – (AmperaNews.com) – Gubernur Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat (AS) Jerome Powell pada Jumat (22/8) mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga utama dalam waktu dekat, mengatakan bahwa bank sentral itu akan mempertimbangkan kemungkinan ini dengan hati-hati seraya mengevaluasi dampak kebijakan tersebut terhadap perekonomian.
Dengan biaya pinjaman yang membebani pertumbuhan, melemahnya pasar tenaga kerja, dan meredanya tekanan inflasi, “pergeseran keseimbangan risiko mungkin memerlukan penyesuaian sikap kebijakan kami,” ujar Powell pada simposium tahunan bank sentral di Jackson Hole, Wyoming.
Powell menekankan bahwa The Fed menghadapi “situasi yang menantang” di tengah upayanya untuk mencapai inflasi yang rendah dan stabil serta pasar tenaga kerja yang sehat, yang keduanya saling bertolak belakang.
“Komentar Powell secara signifikan meredam ekspektasi akan serangkaian penurunan suku bunga yang agresif dengan menyoroti kekhawatiran seputar inflasi, yang telah berada di atas target 2 persen The Fed selama lebih dari empat tahun,” lapor The Wall Street Journal.
Inflasi AS telah naik tipis dalam beberapa bulan terakhir, tetapi masih jauh di bawah rekor 9,1 persen yang tercatat tiga tahun lalu.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah mendorong penguatan Wall Street. Saham menguat, dengan Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite Index melonjak sekitar 2 persen dan S&P 500 naik hampir 1,5 persen pada perdagangan siang hari di AS.


















