Bandar Lampung,(www Ampera-News.com)-
Terkait pemotongan uang insentif yang melanda seorang anggota Linmas di lingkungan Kelurahan Penengahan Raya, Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung. Lurah Jumayah menyebut bahwa, pemberian yang dilakukan berdasarkan sukarela, Selasa 3 November 2026.
“Tidak, tak ada pemotongan itu. Jadi sistemnya yang bersangkutan mengambil sendiri di Bank Waway. Setelah dia ambil, saya tidak tahu-menahu karena itu sudah menjadi hak mereka. Jadi memang tidak ada pemotongan,” terang Lurah Jumayah saat menyampaikan klarifikasinya.
Sementara, saat ditanya mengenai pemberian dari yang bersangkutan, Jumayah mengakui adanya hal tersebut. “Sebenarnya sih salah kalau kita nerima tanda terimakasih, tapi dia (Linmas) bilang ikhlas, sukarela memberi,” ucapnya.
“Saya juga sudah menolak. Cuma kata dia (Linmas) ‘Tidak apa-apa, Bu, saya rela dan ikhlas.’ Jadi saya serba salah, mau menolak nanti dia tersinggung. menurutnya, Linmas tersebut merasa terbantu karena diberikan bantuan pengobatan untuk jantung bocor anaknya yang sekarang di Jakarta,” tambah dia.
Jumayah bilang bahwa, perihal biaya bantuan pengobatan yang sempat diusulkan ke Pemkot tersebut sebaiknya penggunaannya dikelola secara benar.
“Saya juga sempat berpesan ke Bu Lis aggota Linmas itu untuk menyimpan notanya, karena nanti akan ditanyakan oleh bagian keuangan. Saya membantu dia (Usulan Bantuan) murni tanpa pamrih, tapi dia tetap bilang rela memberikan itu,” ungkap Lurah Jumayah.
Sementara, saat ditanyai apakah selanjutnya pemberian serupa dari Anggota Linmas terkait akan diterimanya kembali atau ditolak. Lurah Jumayah mengaku tidak mengharapkan hal tersebut.
“Saya akan tanyakan dulu tujuannya. Kalau memang berniat untuk memviralkan, tentu saya tolak. Untuk apa memberi kalau ada niat seperti itu? Selama ini saya tidak pernah mengharapkan apa pun,” tuturnya.
Terkait informasi adanya pemanggilan kepada Anggota Linmas terkait, Jumayah membantah, Ia bilang bahwa, kabar itu tidak benar.
“Lurah itu bertugas 24 jam, sedangkan Linmas ada jadwal piketnya. Wajar dong kalau saya ke kelurahan lalu melihat tidak ada orang, kemudian saya panggil dia. Saya cuma menanyakan, “Ke mana orang-orang, kok tidak ada?” Ternyata mereka cuma keluar sebentar. Itu saja, tidak ada intervensi apa pun,” dalih Jumayah.
“Hrn”


















