Natuna – (AmperaNews.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, memastikan gedung sementara yang akan digunakan sebagai Sekolah Rakyat (SR) telah disiapkan dengan kondisi aman dan nyaman, baik sebagai tempat belajar maupun tempat tinggal bagi para peserta didik.
Bupati Natuna, Cen Sui Lan di Natuna, Kamis, mengatakan Sekolah Rakyat dijadwalkan memulai ajaran baru pada pekan pertama September 2025.
Untuk pelaksanaan perdana ini, Pemkab memanfaatkan Gedung Asrama Haji Natuna yang terletak di kompleks Masjid Agung Baitul Izzah.
Asrama Haji sudah selesai direhabilitasi dan renovasi. Untuk memastikan semua layak digunakan, bupati pada Kamis siang melakukan peninjauan setiap ruangan.
Dalam peninjauan bupati menemukan beberapa hal yang perlu diperbaiki kembali sebab berpotensi membahayakan anak, serta mengganggu keindahan.
Hal itu telah disampaikan kepada kontraktor yang melakukan perbaikan, dan dijadwalkan untuk ditindak lanjuti sebelum SR dimulai.
“Persiapan sudah mencapai sekitar 90 persen, saat ini tinggal menunggu penyediaan mobiler, proses pembersihan, serta tahapan finishing,” ucap dia.
Sekolah Rakyat Natuna pada tahap awal akan menampung 100 orang peserta didik, terdiri atas satu kelas tingkat Sekolah Dasar (SD), dua kelas tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan satu kelas tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).
“SR dipimpin satu kepala sekolah dan dibantu oleh 17 guru yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat,” ujar dia.
Setiap ruang kelas yang ditinjau bupati telah dilengkapi dengan pendingin ruangan (AC), aliran listrik, serta sarana dan prasarana penunjang proses belajar mengajar.
Tak hanya fokus pada ruangan belajar, pemerintah juga memastikan fasilitas tempat tinggal bagi peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan sudah lengkap. Masing-masing kamar telah dilengkapi AC, lemari pakaian, tempat tidur, kamar mandi, hingga ruang mencuci yang memadai.
Selain itu, tersedia juga ruang kepala sekolah, tata usaha, ruang guru, perpustakaan, dan ruang kesehatan, guna mendukung kebutuhan administrasi dan layanan dasar siswa.
“Walaupun persiapan berlangsung dalam waktu singkat, kita berhasil menghadirkan Sekolah Rakyat sementara yang memenuhi standar kenyamanan,” ujar Cen Sui Lan.
Meskipun seluruh kegiatan berada dalam satu gedung, pengaturan tempat tinggal dilakukan secara ketat. Kamar untuk siswa putra ditempatkan di lantai atas, sedangkan kamar siswa putri berada di lantai bawah, demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.
Selain akomodasi, pemerintah juga menyediakan kebutuhan dasar peserta didik seperti pakaian, perlengkapan sekolah, serta konsumsi harian, yang terdiri atas tiga kali makan utama dan dua kali camilan setiap hari.
“Kita harapkan seluruh proses berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi anak-anak kita,” ujar dia.