Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Satgas SPPG Garut Tegaskan: Status MBG Belum Pasti, Hasil Laboratorium Belum Ada

55
×

Satgas SPPG Garut Tegaskan: Status MBG Belum Pasti, Hasil Laboratorium Belum Ada

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Garut – (AmperaNews.com) – Satuan Tugas (Satgas) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Garut, Jawa Barat menyebutkan hasil uji laboratorium sampel dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) belum diketahui ada unsur apa yang menyebabkan ratusan siswa mengalami keracunan di Kecamatan Kadungora.

“Hari ini belum mendapatkan hasilnya ya, itu kan kemarin hasil akan keluar 5-7 hari, ini kan sudah lebih, nah saya belum cek, dan saya belum dapat laporan,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Garut juga pimpinan SPPG Garut Nurdin Yana kepada wartawan di Garut, Senin.

Example 300x600

Ia menuturkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut sudah melakukan upaya penanganan medis terhadap korban keracunan yang semuanya sudah pulih.

Tim dari Dinkes Garut juga, kata dia, sudah mengambil sampel makanan pada menu MBG yang disajikan oleh SPPG di Kecamatan Kadungora untuk dilakukan uji laboratorium di Bandung.

“Mungkin daerah lain sudah ya, tapi saya belum pantau juga, karena Dinas Kesehatan yang mengusulkan, beliau belum ada laporan kepada saya,” katanya.

Ia menyampaikan saat ini proses penanganan kasus dugaan keracunan MBG tinggal menunggu hasil uji laboratorium, sedangkan siswa yang menjadi korban keracunan sudah tertangani dan beraktivitas kembali.

Kegiatan SPPG di daerah itu, kata dia, tidak ada penutupan sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto, meski sebelumnya ada pergantian dengan menu makanan kering.

Ia menyebutkan target SPPG di Garut sebanyak 299 lokasi, dan berapa banyak yang sudah aktif, belum dicek kembali karena setiap pekan bertambah.

“Yang sudah aktivasi karena setiap minggu itu bertambah lagi, jadi saya belum cek perkembangan yang ada,” katanya.

Sebelumnya Dinkes Garut mendeteksi jumlah korban yang mengalami gejala keracunan sebanyak 657 orang, 19 orang di antaranya dirawat dan saat ini semuanya sudah sehat.

Kejadian itu berawal dari sejumlah siswa yang mengeluhkan sakit seperti pusing, mual, dan muntah-muntah setelah menyantap makanan yang disajikan di sekolahnya yakni MA Maarif Cilageni, SMA Siti Aisyah, dan SMP Siti Aisyah, kemudian SDN 2 Mandalasari di Kecamatan Kadungora pada Selasa (16/9).

Kondisi siswa tersebut semakin parah, kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan, Rabu (18/9) sampai akhirnya mulai bermunculan siswa dengan mengeluhkan sakit yang sama ke puskesmas.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *