Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Rp1,5 Triliun Digelontorkan, Kemenko Pangan Kawal Pembelian Gula Petani

5
×

Rp1,5 Triliun Digelontorkan, Kemenko Pangan Kawal Pembelian Gula Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) memastikan pembelian gula petani senilai Rp1,5 triliun berjalan sesuai kesepakatan, dengan penandatanganan perjanjian resmi antara Danantara dan ID FOOD pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan Widiastuti menjelaskan pembelian gula kini tinggal menunggu tindak lanjut Danantara dan ID FOOD, karena Kemenko Pangan hanya berperan mengawal dan memastikan semua prosedur berjalan sesuai aturan.

Example 300x600

“(Kapan gulanya dibeli?) itu bisa tanyakan nanti ke Danantara dan ke ID FOOD, bukan di kami (Kemenko Pangan), kami sudah mengawal sampai itu,” kata Widiastuti dalam Seminar Ekosistem Gula Nasional dengan teman Menyikapi Dampak Dinamika Pasar Gula dan Tetes Tebu terhadap Kesejahteraan Petani dan Swasembada Gula yang Berkelanjutan di Jakarta, Rabu.

Ia menegaskan pembelian gula tidak bisa berlangsung instan, sebab kedua pihak yang telah menandatangani kesepakatan harus menyiapkan administrasi sebelum transaksi resmi dilakukan dalam skema besar.

Upaya itu menunjukkan komitmen nyata pemerintah untuk menjaga stabilitas harga gula di tingkat petani, sehingga dapat memberikan kepastian pendapatan yang lebih baik bagi mereka.

“Ini kan semua proses, tadi yang saya bilang. Jadi kan ini sudah disepakati di hari Jumat. Nah, mereka kan juga harus menyiapkan administrasi ya, Jadi kita tunggu ya (pembelian gula),” kata Widiastuti.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp1,5 triliun untuk menyerap gula dari petani tebu.

“Rencananya, kami keluarin pertama itu anggaran Rp1,5 triliun, saya kira cukup,” ucap Amran ketika ditemui setelah menghadiri Rapat Kerja Komisi IV DPR yang membidangi pertanian di Senayan Jakarta, Kamis (21/8).

Dana tersebut tercetus setelah Amran berkomunikasi dengan CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani ihwal penumpukan gula dari petani tebu nasional. Pembelian gula tersebut nantinya dilakukan oleh ID Food selaku BUMN di bidang pangan.

“Pak Rosan mengeluarkan atau menyediakan dana untuk membeli gula petani. Rencananya (penugasan) ID Food,” ujar Amran.

Ia bersyukur sebab Indonesia memiliki stok gula yang melimpah, dan kini yang menjadi fokus pemerintah adalah membantu petani dengan menjadi “off taker” atau pembeli gula yang dihasilkan.

“Doakan secepatnya (gula terserap),” katanya.

Di sisi lain, petani tebu di Jawa Timur mendesak pemerintah melakukan perbaikan total tata niaga gula akibat serapan rendah yang dipicu rembesan gula rafinasi ke pasar konsumsi sejak awal musim giling 2025.

Koordinator Forum Petani Tebu Tasirin mengatakan sejak pemerintah mencanangkan swasembada gula, petani mulai bergairah menanam tebu. Namun, antusias itu kembali terhambat karena gula petani tidak terserap pasar akibat kehadiran gula rafinasi impor.

Sebagai informasi, gula rafinasi adalah hasil pemurnian dari gula mentah (raw sugar), sedangkan gula fortifikasi adalah gula yang ditambahkan zat gizi mikro.

Kedua jenis gula tersebut berasal dari impor dan harganya lebih murah dari gula kristal putih (GKP) yang dihasilkan petani tebu lokal.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *