Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Program Anti-Doping Dinilai Lemah, WADA Layangkan Surat ke Menpora

8
×

Program Anti-Doping Dinilai Lemah, WADA Layangkan Surat ke Menpora

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – World Anti-Doping Agency (WADA) mengirim surat kepada Menteri Pemuda dan Olahraga RI Dito Ariotedjo, menyoroti program anti-doping untuk mewujudkan olahraga bersih yang tidak berjalan secara berkelanjutan di Indonesia.

“Saya ingin menyampaikan perhatian Anda (Mepora Dito Ariotedjo) yang mendesak terkait status nonaktif program anti-doping di Indonesia saat ini,” demikian isi surat WADA yang ditandatangani Direktur Kantor Asia/Ocenia WADA YaYa Yamamoto yang dikutip di Jakarta, Kamis.

Example 300x600

Dalam surat yang dikeluarkan pada 28 Agustus 2025 itu, Yamamoto mengatakan, situasi (program anti-doping yang tidak berkelanjutan) ini menimbulkan kekhawatiran yang signifikan terkait kepatuhan negara terhadap Kode Antidoping Dunia dan perlindungan atlet yang bersih.

Dia menjelaskan, pihaknya telah memperhatikan dan mengirimkan surat peringatan kepada Organisasi Antidoping Indonesia (IADO) pada April 2025, bahwa tidak ada kontrol doping (pengujian) yang dilakukan selama periode Januari – Maret 2025.

Meskipun IADO segera merespons dan melanjutkan pengumpulan sampel, WADA menyadari bahwa program anti-doping tersebut tidak berkelanjutan, tanpa sumber daya keuangan dari pemerintah.

Yamamoto menjelaskan bahwa Indonesia pernah dinyatakan tidak patuh pada tahun 2021. Ketidakpatuhan tersebut diakibatkan oleh keterbatasan sumber daya keuangan yang sangat besar ketika IADO tidak menerima dana, sehingga program anti-doping di Indonesia menjadi tidak aktif.

Pihaknya mengamati situasi serupa di mana pemerintah tidak mengalokasikan sumber daya keuangan kepada IADO untuk memenuhi kewajiban kepatuhannya sebagaimana diatur dalam kode dan standar internasional.

Yamamoto menegaskan kembali bahwa karena Indonesia adalah Negara Pihak Konvensi Internasional UNESCO Menentang Doping dalam Olahraga (Konvensi UNESCO), pemerintah bertanggung jawab untuk mendukung program anti-doping, dengan memberikan dukungan finansial kepada badan perwakilan Organisasi Anti-Doping Nasional yaitu IADO.

Dia menjelaskan, pentingnya dukungan pemerintah yang krusial terhadap program anti-doping nasional yang berkelanjutan disorot dalam Pertemuan Tingkat Menteri Antarpemerintah Wilayah Asia/Oseania ke-20 tentang Anti-Doping dalam Olahraga (AORIM), di Dubai, pada 17-18 Juni 2025, yang dihadiri oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat.

“Sebagaimana diadopsi sebagai Resolusi Dubai, saya sungguh berharap Anda (Menpora Dito Ariotedjo) dan Pemerintah Indonesia melanjutkan komitmen terhadap integritas olahraga di Indonesia dan secara global,” katanya.

Yamamoto juga menekankan pentingnya program anti-doping atau olahraga bersih di Indonesia karena merupakan komponen penting dari gerakan olahraga global, baik untuk menyelenggarakan acara internasional maupun mengembangkan atlet berprestasi tinggi.

Oleh karena itu, dia mengusulkan pertemuan daring untuk membahas situasi di Indonesia, pada awal September mendatang. Dia menegaskan bahwa pihaknya terus mendukung dan membimbing IADO atas peran vital mereka dalam memastikan atlet dan olahraga bersih di Indonesia.

“Saya siap menjawab pertanyaan apa pun yang mungkin Anda (Menpora Dito Ariotedjo) miliki. Saya menantikan kabar dari anda dan bertemu kembali secara daring segera,” katanya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *