Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaInternasionalInternational

Presiden Iran Mendadak Serukan Perang dengan AS Diakhiri: “Kami Berada di Posisi Lebih Kuat”

8
×

Presiden Iran Mendadak Serukan Perang dengan AS Diakhiri: “Kami Berada di Posisi Lebih Kuat”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta (Amperanews.com) — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan agar konflik antara Iran dan Amerika Serikat segera diakhiri. Pernyataan tersebut disampaikan ketika pembicaraan antara Teheran dan Washington masih mengalami kebuntuan di tengah ketegangan terkait Selat Hormuz.

Pezeshkian menilai Iran saat ini berada dalam posisi yang lebih kuat dan bermartabat sehingga penyelesaian konflik melalui perundingan menjadi pilihan yang perlu ditempuh.

Example 300x600

“Lebih baik kita mengakhiri perang ini sekarang karena kita berada dalam posisi yang kuat dan bermartabat,” kata Pezeshkian dalam pertemuan dengan para dokter di Iran, seperti dilaporkan AFP, Sabtu (22/8/2026).

Menurut Pezeshkian, Iran merasa memperoleh dukungan moral dari dunia internasional setelah Amerika Serikat dituduh menyerang sejumlah fasilitas sipil dan infrastruktur Iran. Pernyataan tersebut merupakan bagian dari narasi pemerintah Iran mengenai konflik yang sedang berlangsung.

Iran Kecam Tekanan Ekonomi AS

Di tengah kebuntuan diplomasi, Kementerian Luar Negeri Iran kembali mengecam kebijakan Washington yang berencana memperluas sanksi terhadap Teheran.

Pemerintah Iran menuding kebijakan tersebut sebagai bentuk “terorisme ekonomi” dan menyebut pihak yang berada di balik pemberlakuan sanksi layak dimintai pertanggungjawaban.

Ketegangan juga semakin meningkat setelah Washington mendorong negara-negara sekutunya untuk ikut mengisolasi perekonomian Iran.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya menyampaikan bahwa Amerika menginginkan dukungan negara-negara sekutu, termasuk China, dalam memberikan tekanan ekonomi terhadap pemerintah Iran.

AS Dorong Isolasi Ekonomi Iran

Bessent menyebut Washington tengah mendorong terbentuknya tekanan ekonomi terkoordinasi terhadap Iran. Ia juga meminta negara-negara lain menentukan sikap terhadap kebijakan AS.

Menurut Bessent, pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi kepentingan bersama karena jalur tersebut memiliki peran penting bagi pasokan energi dunia.

China menjadi salah satu negara yang mendapat perhatian Washington karena memiliki ketergantungan besar terhadap pasokan energi dari kawasan Teluk.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sebelumnya memperingatkan negara yang memberikan bantuan kepada Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

Situasi tersebut membuat konflik Iran-AS tidak hanya berdampak pada hubungan kedua negara, tetapi juga berpotensi memengaruhi perdagangan dan harga energi global.

Selat Hormuz Jadi Titik Ketegangan

Kebuntuan perundingan juga berlangsung ketika sebagian akses Selat Hormuz masih ditutup Iran dan Amerika Serikat mempertahankan tekanan melalui operasi blokade laut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur strategis bagi lalu lintas energi dunia. Karena itu, setiap gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi menimbulkan dampak terhadap pasokan dan harga energi internasional.

Pernyataan Pezeshkian untuk mengakhiri perang menunjukkan adanya dorongan dari Teheran untuk mencari jalan keluar dari konflik. Namun, hingga saat ini, tekanan ekonomi dan ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat masih menjadi tantangan utama bagi tercapainya kesepakatan. (Rd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *