Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Perpustakaan Didorong Jadi Ruang Promosi dan Apresiasi Karya Anak Bangsa

37
×

Perpustakaan Didorong Jadi Ruang Promosi dan Apresiasi Karya Anak Bangsa

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) DKI Jakarta berharap agar perpustakaan dapat berperan tidak hanya sebagai media penyimpan karya dan pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang promosi dan diseminasi karya.

Kepala Dispusip DKI Jakarta Nasruddin Djoko Surjono mengatakan perpustakaan juga dapat berperan untuk mengiklankan literasi dengan memperkenalkan terbitan-terbitan baru kepada pada masyarakat melalui kegiatan kurasi, bedah buku, dan pameran.

Example 300x600

“Dengan demikian, pelestarian dan promosi literasi ini berjalan beriringan. Karya tersimpan, juga karya itu hidup, dibaca, dibicarakan, didiskusikan, dan diapresiasi oleh publik,” kata Djoko dalam kegiatan “Bincang Literasi” di Jakarta, Selasa.

Dia menambahkan Dispusip DKI berkomitmen memperkuat pengelolaan koleksi karya serta berinovasi dengan menyiapkan ruang terpusat dan sistem digitalisasi yang memungkinkan akses lebih luas bagi masyarakat.

“Langkah-langkah tersebut kami pandang sebagai bagian dari upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya dan berpengetahuan,” ujar Djoko.

Di sisi lain, dia mengingatkan kewajiban penerbit karya untuk menyerahkan eksemplar karya cetaknya, yakni satu salinan karya cetak kepada perpustakaan nasional dan dinas perpustakaan provinsi.

Penyerahan karya tersebut merupakan amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam.

Djoko menuturkan UU tersebut juga menyatakan kewajiban serah simpan karya dari penerbit ke perpustakaan dengan sanksi pidana atau denda bagi pelanggar.

“Artinya, kepatuhan terhadap serah simpan, kami melihat bukan sekedar ketaatan hukum, namun juga bentuk tanggung jawab moral dan intelektual untuk melestarikan hasil karya bangsa,” tutur Djoko.

Di DKI Jakarta, berdasarkan data Perpustakaan Nasional, terdapat 127 penerbit yang aktif dan lebih dari 10.835 judul buku dengan Nomor Buku Standar Internasional (International Standard Book Number/ISBN) yang terbit pada 2024.

Dari jumlah tersebut, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta telah menghimpun sebanyak 5.517 eksemplar karya cetak.

“Capaian ini sangat membanggakan bagi kita, dan juga menjadi pengingat bahwa masih ada potensi besar yang menunggu digarap,” ungkap Djoko.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *