Bandar Lampung,(www.Ampera-News.com)-
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengajak seluruh kader Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) untuk terus belajar, bertumbuh, dan berkarya serta tidak takut bermimpi besar dan mengambil peran dalam pembangunan bangsa.
“Saya mengajak seluruh kader IPPNU untuk terus belajar, terus bertumbuh, dan terus berkarya, dan jangan pernah takut bermimpi besar, karena perubahan besar dalam sejarah bangsa selalu dimulai dari anak-anak muda yang berani mengambil peran.,” ujar Jihan saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) IPPNU Tahun 2026 di Balai Keratun Lantai III, Komplek Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (13/06/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Jihan menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat IPPNU yang telah memilih Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Rapimnas. Ia berharap forum tertinggi tingkat nasional tersebut mampu melahirkan rekomendasi dan gagasan strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi juga bagi pembangunan daerah dan bangsa.
Menurutnya, dunia saat ini bergerak sangat cepat sehingga menuntut generasi muda untuk adaptif terhadap perubahan dan perkembangan teknologi serta informasi.
“Dunia bergerak sangat cepat. Kita baru belajar satu hal, sudah muncul hal baru lagi. Jika tidak mampu beradaptasi, maka kita akan tertinggal. Rapimnas ini menjadi momentum yang tepat untuk belajar, berdiskusi, dan menghasilkan gagasan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya.
Jihan menekankan tiga hal utama yang harus dimiliki seorang pelajar. Pertama, kapasitas intelektual yang baik sebagai bekal menghadapi banjir informasi di era digital. Menurutnya, tantangan generasi muda saat ini bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan kemampuan menyaring informasi yang benar dan bermanfaat.
Kedua, kematangan karakter. Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan akhlak dan karakter yang baik.
“Sepintar apa pun seseorang, tanpa karakter dan akhlak yang baik akan sulit diterima dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ketiga, sensitivitas sosial. Kader IPPNU diminta tidak hidup dalam dunianya sendiri, tetapi peka terhadap persoalan masyarakat dan aktif memperjuangkan berbagai isu strategis yang berkembang di lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan itu, Jihan juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini, mulai dari penyebaran hoaks, budaya instan, krisis kesehatan mental, hingga kasus perundungan dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ia menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama dan dapat menjadi bahan diskusi strategis dalam Rapimnas guna mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.
Mengusung tema ‘Simply Great Sustainably Brave’, Rapimnas IPPNU 2026 diharapkan mampu menumbuhkan keberanian kader untuk terus bergerak dan mengabdi secara berkelanjutan bagi organisasi, masyarakat, dan negara.
Sementara itu, Ketua PWNU Lampung, Puji Rahardjo, menyampaikan bahwa Lampung merupakan salah satu wilayah Nahdlatul Ulama di luar Pulau Jawa yang memiliki kategori A, ditandai dengan aktifnya seluruh badan otonom, lembaga, hingga ranting organisasi.
Ia berharap para peserta Rapimnas dari seluruh Indonesia dapat memperoleh banyak pengalaman dan inspirasi selama berada di Lampung.
Puji juga menekankan agar Rapimnas tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi mampu menghasilkan keputusan-keputusan yang realistis dan relevan dalam menghadapi tantangan global, termasuk persoalan ekonomi, geopolitik, hingga perlindungan anak dan pelajar.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP IPPNU, Whasfi Velasufah, mengatakan Rapimnas 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Kongres IPPNU yang akan datang.
Menurutnya, organisasi pelajar harus mampu beradaptasi dengan era disrupsi dan bonus demografi melalui peningkatan kapasitas pendidikan, kepemimpinan, dan literasi teknologi.
Whasfi juga menyoroti meningkatnya kasus kekerasan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren. Kondisi tersebut mendorong PP IPPNU meluncurkan Program Nasional ‘Teman Sebaya’ sebagai gerakan pencegahan dan penanganan dini kekerasan seksual di kalangan pelajar dan santri.
“Teman Sebaya merupakan gerakan untuk membangun sistem peringatan dini di lingkungan pelajar. Teman harus menjadi pendengar yang baik, mampu mengenali tanda-tanda kekerasan, serta berani membantu korban untuk bersuara,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya melalui penandatanganan petisi dukungan bersama Ketua Umum PP IPPNU, perwakilan Ketua OSIS, Ketua Rohis, dan perwakilan PW IPPNU.
Peluncuran Program Nasional ‘Teman Sebaya’ ditandai dengan pemasangan vest oleh Wakil Gubernur Lampung kepada perwakilan pelajar dan kader IPPNU.
Program ‘Teman Sebaya’ merupakan gerakan nasional anti kekerasan seksual yang digagas PP IPPNU sebagai langkah tanggap darurat dan upaya preventif komunal dalam menghadapi meningkatnya laporan kasus kekerasan di lingkungan pendidikan umum maupun keagamaan di Indonesia. (Dinas Kominfotik Provinsi Lampung).
“Hrn”


















