Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Pemprov Kepri Ungkap Beberapa Gerai Sembako KMP Beroperasi Tanpa Modal

39
×

Pemprov Kepri Ungkap Beberapa Gerai Sembako KMP Beroperasi Tanpa Modal

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Batam – (AmperaNews.com) – Sejumlah gerai sembako Koperasi Merah Putih (KMP) di provinsi itu sudah operasional meski belum mendapatkan dukungan pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), menurut Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri).

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Pemprov Kepri Riki Rionaldi di Batam, Jumat (19/9), mengatakan keunikan itu terjadi karena koperasi bergerak atas dasar gotong royong anggotanya bersama mitra pelaku usaha.

Example 300x600

“Himbara memang belum masuk, tapi beberapa koperasi gerai sembako itu sudah jalan dan operasional. Kemarin buka di Pulau Buluh Batam, hari ini di Kelurahan Patam Batam, besok di Sei Lumpur Lingga, lalu nanti ada lagi di Sungai Raya Karimun,” ujar dia.

Ia mengatakan koperasi tersebut menggandeng mitra pemasok sembako di daerah untuk bekerja sama dalam menjalankan gerai.

Menurut dia, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Berdasarkan laporan yang diperoleh pemprov, setiap hari puluhan warga mendaftar menjadi anggota KMP yang sudah berjalan.

Riki menambahkan bahwa Kepri menghadapi tantangan tersendiri dengan 394 pulau berpenghuni, namun tetap berkomitmen menjalankan target yang ditetapkan pemerintah.

Terkait percepatan operasional, Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI menyelenggarakan Rapat Koordinasi di Batam bagi perwakilan dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung dan Riau.

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Ahmad Zabadi menegaskan kementerian terus mendorong percepatan implementasi program KMP melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, BUMN dan pihak swasta.

“Alhamdulillah ini berjalan lancar. Kami hadirkan mitra dari Bulog, Pertamina, Agrinas, Pos Indonesia, hingga swasta. Semua diarahkan agar terjadi pemahaman dan kolaborasi yang baik,” ujar dia.

Ia mengatakan hingga saat ini sebanyak 407 koperasi di Kepri sudah memiliki badan hukum dengan akta notaris. Namun secara nasional, 1.064 koperasi sedang menunggu penyaluran modal dari Himbara sebagai model percontohan.

“Harapannya, koperasi ini menjadi role model dan percontohan agar pengembangan ke depan memiliki contoh baik dan bisa direplikasi,” katanya.

Menurut dia, skema pembiayaan pun sudah tersedia melalui Himbara, tinggal menunggu kelengkapan proposal bisnis dari masing-masing koperasi.

“Tidak ada masalah di sisi pembiayaan. Dana sudah siap, tinggal disalurkan. Yang penting koperasi membuat proposal bisnis dan melengkapi persyaratan,” kata Ahmad, menambahkan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *