Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Menperin Ungkap Empat Faktor Kunci Akselerasi Transformasi Industri Hijau

42
×

Menperin Ungkap Empat Faktor Kunci Akselerasi Transformasi Industri Hijau

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan ada empat faktor yang dapat mengakselerasi terwujudnya transformasi industri hijau yang turut memacu daya saing produk domestik.

Agus Gumiwang dalam acara The 2nd Annual Indonesia Green Industry Summit (AIGIS) 2025 di Jakarta, Rabu menyampaikan faktor pertama yaitu ada tuntutan konsumen terhadap produk hijau, mengingat pasar global kini semakin selektif, karena konsumen lebih memilih produk ramah lingkungan, transparan, serta memiliki nilai keberlanjutan yang jelas.

Example 300x600

‎Faktor kedua, yakni meningkatnya pembiayaan hijau. Menurut dia, lembaga keuangan domestik maupun internasional kini memprioritaskan proyek-proyek yang sesuai dengan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), sehingga membuka peluang bagi industri yang siap berinovasi.

‎“Selanjutnya ketiga adalah kebijakan pemerintah melalui peta jalan dekarbonisasi industri, insentif fiskal, kemudahan investasi, hingga regulasi efisiensi sumber daya juga menjadi pendorong utama,” ujarnya.​​​​​​​

Untuk faktor keempat yakni mekanisme perdagangan global seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa, yang akan mengenakan biaya tambahan pada produk dengan jejak karbon tinggi. Oleh karena itu, industri Indonesia harus bersiap memenuhi standar rendah emisi agar tetap kompetitif.​​​​​​​

‎Agus menjelaskan, dalam mencapai target net zero emission (NZE) sektor industri pada 2050, pemerintah memprioritaskan langkah-langkah strategis, mencakup efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, serta penerapan teknologi rendah karbon.​​​​​​​

‎Untuk emisi yang sulit dihilangkan sepenuhnya, diperlukan solusi tambahan seperti teknologi Carbon Capture Utilization (CCU).

‎”Saat ini kami sedang melaksanakan pilot project CCU berbasis hidrometalurgi di PT Petrokimia Gresik,” ucap dia.​​​​​​​

‎Proyek percontohan tersebut diharapkan mampu menangkap CO2 hingga 65 persen atau lebih dari gas buang, sekaligus mengubahnya menjadi soda ash atau baking soda yang bernilai komersial.

‎“Teknologi ini bukan hanya mendukung target NZE, tetapi juga memberi nilai tambah ekonomi,” kata Agus.Selain itu Kemenperin juga tengah mengeksplorasi pemanfaatan mikro alga sebagai solusi penangkapan karbon yang menghasilkan biomassa, green hydrogen, hingga bahan baku kosmetik.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *