Jakarta – (AmperaNews.com) – Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengapresiasi perkembangan pesat ekraf di Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui pameran UMKM sebagai bukti nyata pemerintah mendorong produk lokal naik kelas.
“Kami melihat semangat besar kepala daerah untuk menjadikan ekraf sebagai penggerak ekonomi, pembuka lapangan kerja, hingga pendorong ekspor. Pemerintah pusat berkomitmen mendukung penuh agar ekosistem ini terus berkembang,” ujar Riefky dalam keterangan pers yang diterima, Kamis.
Menteri Riefky saat membuka pameran yang menunjukkan kekuatan 42 UMKM dan pelaku ekonomi kreatif unggulan Sulawesi Tenggara menilai dukungan pemerintah daerah melalui pengembangan koperasi, sekolah rakyat, serta promosi digital telah menciptakan ruang pertumbuhan baru bagi pelaku ekraf.
Menteri Ekraf menekankan pentingnya transformasi digital sebagai sarana memperluas pasar produk lokal. Menurut Menteri Ekraf, pelatihan bagi konten kreator dan afiliator akan memperkuat strategi pemasaran lintas daerah bahkan global.
Selain itu, kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Kementerian Sosial juga disiapkan untuk memperpendek rantai distribusi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Kolaborasi adalah kunci. Ekraf dan UMKM bukan hanya motor penggerak ekonomi lokal, tetapi juga mesin pertumbuhan nasional yang berdaya saing tinggi. Kami berharap Rakornas ini menghasilkan kebijakan yang berpihak pada pelaku ekraf di seluruh daerah,” kata Menteri Ekraf.
Wakil Gubernur Sutra Hugua yang mewakili Gubernur menegaskan bahwa ekraf dan UMKM telah menjadi pilar penting pembangunan ekonomi daerah.
“Pameran ini bukan hanya ajang promosi, tetapi juga wadah memperluas jejaring bisnis, membuka peluang kerja sama, dan mendorong inovasi berbasis digital. Produk lokal Sulawesi Tenggara harus naik kelas, berdaya saing, dan menembus pasar global,” tegasnya.
Pameran UMKM dan ekraf dalam gelaran Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Produk Hukum Daerah 2025 di Kendari, menghadirkan 42 stan beragam produk unggulan daerah, dari Dekranasda tiap Kabupaten/Kota di Provinsi Sultra, mulai dari kerajinan tangan, kuliner, hingga fesyen.
Acara juga melibatkan mitra strategis seperti Bank Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, Pegadaian, dan sejumlah platform digital yang mendukung penguatan ekonomi daerah melalui fasilitasi promosi dan transaksi.
Selain menampilkan karya pelaku UMKM dan ekraf, acara ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat.
Rakornas Produk Hukum Daerah 2025 sendiri dihadiri jajaran kementerian, gubernur, bupati/wali kota, ketua DPRD, serta berbagai pemangku kepentingan dari seluruh Indonesia.