Balikpapan, Kalimantan Timur – (AmperaNews.com) – Senior Officer I Media Communication PT Pertamina (Persero) Bagja Mahendra mengatakan perusahaan memaksimalkan strategi berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat dalam hal energi.
“Ini merupakan bagian dari dual growth strategy kita, di mana yang pertama adalah maximizing legacy business,” kata Bagja saat ditemui di Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis.
“Selanjutnya, masuk ke dalam misi energi baru terbarukan (EBT), yang sifatnya low carbon, program dekarbonisasi, baik yang sifatnya program kemasyarakatan, program lingkungan, atau tata kelola apa yang merupakan inovasi dari pemberdayaan tersebut,” katanya pula.
Lebih lanjut, Bagja mengatakan hal ini sejalan dengan Pertamina sebagai perusahaan energi nasional mengelola transformasi bisnisnya, dari dominasi energi fosil menuju masa depan energi yang lebih bersih, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Khusus untuk sisi sosial, melalui berbagai inisiatif dalam Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tapi juga menjadi kelompok yang nantinya semakin mandiri dalam pengelolaan energi dan memutar roda ekonomi lokal.
Bagja menilai, Balikpapan merupakan wilayah kerja Pertamina dengan integrasi hulu ke hilir yang paling lengkap dan dapat ditunjang dengan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang strategis.
“Di Balikpapan ini, integrasi hulu-hilirnya itu lengkap. Dari mulai eksplorasi, kemudian masuk ya ke kilang, lalu dia didistribusikan, lalu juga ada bisnisnya gas di sini. Kurang lebih portfolio bisnis hulu-hilirnya disini lengkap,” kata Bagja.
“Lalu bagaimana caranya mereka program-program TJSL-nya bisa saling terintegrasi satu sama lain dan saling berhubungan (dengan strategi TJSL utama perusahaan),” ujar dia menambahkan.
Ia mengatakan, Balikpapan memiliki sejumlah program TJSL yang berjalan baik seperti Kampung Baru Ilir Mandiri, Indah, dan Sejahtera (KALIANDRA) yang merupakan program PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan.
Lebih lanjut ada Wasteco (Waste to Energy for Community) di Manggar, yang merupakan inisiasi PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) dan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) serta ada juga Kampung Pangan Berseri (Bersih, Sehat, Rindang) Muara Rapak yang menjadi inisiasi dari PT Pertamina Patra Niaga.
“(Upaya seperti) Ini yang sedang kita bangun karena perhatian internasional juga tertuju pada framework yang sifatnya ESG,” ujar Bagja.
“Baik yang sifatnya program kemasyarakatan, atau program lingkungan, atau tata kelola apa yang merupakan inovasi dari pemberdayaan tersebut,” katanya lagi.