JAMBI – ( AmperaNews.com ) – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk mengembangkan etanol sebagai sumber energi masa depan Indonesia, sejalan dengan komitmen nasional dalam mewujudkan transisi menuju energi hijau.
Menurut Amran, sektor pertanian tidak hanya akan difokuskan pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga diarahkan sebagai penggerak utama dalam penyediaan bahan bakar nabati (biofuel) berbasis tanaman.
“Itu mimpi kita, etanol ke depan. Kita, sumber etanol bahan-bahannya adalah tebu dan singkong,” ujar Amran di Gedung Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Selasa 21 Oktober 2025.
Ia menegaskan bahwa pengembangan etanol ini merupakan instruksi langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Untuk mendukung realisasi program tersebut, pemerintah akan membuka 1 juta hektar lahan baru yang dikhususkan untuk penanaman komoditas tebu dan singkong, dua bahan utama produksi etanol yang dapat tumbuh baik di berbagai wilayah Indonesia.
Amran menuturkan, Kementerian Pertanian (Kementan) saat ini tengah melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) guna menentukan lokasi-lokasi strategis untuk pengembangan lahan tersebut.
“Doakan kami koordinasi dulu dengan Menteri ATR/BPN. Lahannya 1 juta, itu perintah Bapak Presiden. Seluruh Indonesia. Di mana yang agroklimatnya cocok. Nanti setelah kita mendapatkan data dari Menteri ATR/BPN,” katanya.
Ia menambahkan, lahan baru itu nantinya akan tersebar di sejumlah daerah dengan mempertimbangkan kesesuaian agroklimat dan infrastruktur pendukung.
Pemerintah juga akan mengkaji kemungkinan integrasi pengembangan etanol ini dengan program food estate, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat dan sektor industri.
Selain diarahkan untuk mendukung kemandirian energi, Amran menyebut pengembangan tebu juga memiliki tujuan ganda, yaitu memenuhi kebutuhan gula konsumsi nasional atau white sugar.
Ia menargetkan, produksi gula konsumsi dalam negeri dapat mencapai 3 juta ton pada tahun depan.
“Nah untuk konsumsi, untuk white sugar ya. Insya Allah mudah-mudahan tahun ini, paling lambat tahun depan swasembada white sugar. Kemudian untuk total secara keseluruhan, mudah-mudahan tiga, empat tahun ke depan selesai,” ujarnya.


















