Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Kemenkop UMKM: MBG Jadi Ekosistem Paripurna Dongkrak UMKM Naik Kelas

3
×

Kemenkop UMKM: MBG Jadi Ekosistem Paripurna Dongkrak UMKM Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Maros, Sulawesi Selatan – (AmperaNews.com) – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis atau MBG merupakan ekosistem usaha paripurna dalam rangka mendukung pengusaha UMKM tumbuh dan naik kelas.

“Semuanya bisa didapatkan sehingga kami ingin mengatakan ini adalah ekosistem usaha yang paripurna mendukung UMKM kita bisa tumbuh dan naik kelas,” ujar Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik di Maros, Sulawesi Selatan pada Jumat.

Example 300x600

Menurut Riza, program MBG ini adalah satu program prioritas yang diharapkan bisa memberikan dampak besar kepada masyarakat, kepada anak-anak generasi ke depan, diharapkan bisa mendapatkan gizi yang sehat, mendapatkan asupan makanan protein yang sehat.

“Dan Alhamdulillah hari ini kita lihat bagaimana semua proses ini bisa memberikan kepastian kepada tiap-tiap anak Indonesia mendapatkan akses makanan yang sehat,” katanya.

Selain itu, program MBG diharapkan juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di masing-masing daerah.

Berdasarkan data dari Badan Gizi Nasional (BGN), bahwa 85 persen dari anggaran Makan Bergizi Gratis adalah untuk membeli bahan-bahan dapur. Apa saja bahan dapur itu? Ada sayuran, daging, ikan, daging ayam, telur, dan seterusnya.

Bahan-bahan ini didapatkan dari petani, nelayan, peternak, pekebun, pengolah-pengolah makanan. yang semuanya itu adalah UMKM-UMKM yang sebagian besar tinggal di pedesaan.

“Di sinilah ekosistem Makan Bergizi Gratis itu kami di Kementerian UMKM, Pak Menteri UMKM selalu mengatakan yang menerima manfaat paling besar dari program prioritas ini adalah UMKM. Karena pendapatannya akan jauh lebih pasti, jauh lebih besar daripada sebelum adanya ekosistem Makan Bergizi Gratis ini,” kata Riza.

Kementerian UMKM juga sudah melihat bagaimana pembudidaya ikan mendapatkan permintaan ikan bandeng yang lebih banyak daripada sebelumnya.

“Kenapa? Karena ternyata di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Maros Mandai 01 di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan ini setiap minggu ada dua kali sumber proteinnya dari ikan. Mereka pesan ke mana? Pesan kepada pembudidaya. Lalu ikan yang ditangkap oleh pembudidaya tadi itu diolah oleh ibu-ibu,” kata Riza.

Terdapat 10 sampai 13 ibu-ibu pekerja yang melakukan pencabutan duri ikan bandeng. Lalu setelah itu dijual atau dikirim ke dapur. Dapur SPPG juga dapat menyediakan menu MBG berkualitas dengan suplai bahan semacam ini dengan UMKM berstandar bagus.

Dengan demikian, program MBG juga menguntungkan pembudidaya ikan bandeng, dan membuka lapangan kerja bagi ibu-ibu sekitar.

Dalam kesempatan itu, Riza juga menyerahkan SPPG predikat ramah UMKM kepada tiga dapur SPPG di Kabupaten Maros, di mana salah satunya adalah SPPG Maros Mandai 01.

“(SPPG) dengan sertifikat atau predikat ramah UMKM itu artinya lebih dari 60 persen produk-produk yang digunakan di sini adalah produk-produk UMKM,” kata Riza.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *