Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

DPR RI Salurkan 1.500 Paket Gizi untuk Cegah Stunting di Kota Sorong

51
×

DPR RI Salurkan 1.500 Paket Gizi untuk Cegah Stunting di Kota Sorong

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Sorong – (AmperaNews.com) – Anggota Komisi IV DPR RI Robert Joppy Kardinal menyalurkan 1.500 paket makanan bergizi berbahan dasar olahan ikan segar guna mendukung pengendalian kasus stunting di wilayah Papua Barat Daya, khususnya di Kota Sorong.

Dia mengatakan bantuan tersebut ditujukan kepada tiga kelurahan di Kota Sorong sebagai bagian dari kampanye Gemar Konsumsi Ikan (Gemarikan) segar.

Example 300x600

“Paket bergizi ini berisi olahan ikan segar yang kami harapkan dapat meningkatkan asupan gizi masyarakat, sekaligus membantu mengatasi masalah stunting di Kota Sorong,” jelas Robert Joppy Kardinal di Sorong, Rabu.

Distribusi paket bergizi tersebut menyasar tiga kelurahan yakni Kelurahan Klaligi sebanyak 500 paket, Kelurahan Klabala sebanyak 500 paket, dan Kelurahan Klawasi sebanyak 500 paket.

Program Gemarikan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ikan sebagai sumber protein penting dalam tumbuh kembang anak-anak di wilayah tersebut.

Robert menambahkan olahan ikan bergizi tidak hanya menjadi solusi pencegahan stunting, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat setempat melalui pengolahan ikan segar yang bernilai gizi tinggi.

Ia berharap inisiatif ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat Kota Sorong.

Berdasarkan data elektronik E-PPGBM triwulan I 2025, kata dia, dari 10.802 balita yang menjadi sasaran pengukuran di Kota Sorong, sebanyak 4.671 anak telah ditimbang dan diukur. Hasilnya, tercatat 388 kasus stunting dengan prevalensi mencapai 8,31 persen.

Angka ini menunjukkan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2025, yang mencatat prevalensi stunting di tingkat provinsi Papua Barat Daya sebesar 31,0 persen.

Sementara distribusi kasus stunting di Kota Sorong menunjukkan variasi yang cukup mencolok antar-wilayah. Sorong Barat mencatat prevalensi tertinggi yakni 15,05 persen (42 dari 279 balita), Sorong Kepulauan 13,80 persen (41 dari 297 balita), Sorong Timur memiliki angka terendah sebanyak 2,29 persen (14 dari 611 balita).

Kemudian Distrik Sorong menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak 82 balita stunting. Selanjutnya distrik lain, seperti Malaimsimsa, Sorong Manoi, dan Sorong Kota juga masih mencatat angka di atas 8 persen.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *