Bengkulu – (AmperaNews.com) – Pemerintah Provinsi Bengkulu menutup dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong yang menyebabkan ratusan siswa-siswi mengalami keracunan pada 27 Agustus 2025.
“Untuk sementara, pengelola dapur MBG ini dihentikan dan diinvestigasi dulu. Ada kelemahan dimana, itu nanti ranah aparat penegak hukum (APH) dan tim investigasi MBG,” kata Wakil Gubernur Bengkulu Mian di Lebong, Kamis.
Insiden keracunan hidangan MBG yang dialami ratusan siswa di Kabupaten Lebong kata dia menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Bengkulu.
Wakil Gubernur Mian menegaskan dapur MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan telah ditutup sementara untuk kepentingan penyelidikan.
Penyelidikan dilakukan untuk mengetahui apakah ada unsur kelalaian maupun kesengajaan dari pengelola dapur MBG dalam menyajikan makanan yang menyebabkan ratusan siswa keracunan.
Sebelumnya, Gubernur Helmi menyatakan tidak seharusnya keracunan terjadi jika penyediaan makanan program MBG sudah sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan pemerintah lewat BGN.
Helmi pun meminta pihak terkait melakukan penyelidikan sebagai upaya memastikan penyebab, siapa yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan tentunya demi memastikan tidak ada lagi kejadian serupa dikemudian hari.
“Dan kita minta agar pihak berwenang segera melakukan penyelidikan kenapa itu bisa terjadi. Nanti setelah ditemukan apa hasilnya akan dilaporkan ke BGN Pusat untuk kemudian bisa memberikan keputusan nanti. Kita harapkan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi, dan harusnya tidak terjadi ketika memang prosedur yang sudah ditetapkan itu dilalui dengan baik,” ujarnya.