Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Bappenas Tegaskan Pentingnya Prinsip Efektivitas dalam Pembangunan

47
×

Bappenas Tegaskan Pentingnya Prinsip Efektivitas dalam Pembangunan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphyanto Ruddyard menegaskan, urgensi prinsip efektivitas pembangunan, yaitu kedaulatan negara, fokus pada hasil, kemitraan inklusif, serta transparansi dan akuntabilitas kerja sama pembangunan.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam agenda Busan Global Partnership Forum 2025 yang digelar di Seoul, Republik Korea, 30 September-1 Oktober 2025, mengingat Indonesia merupakan Co-Chair Global Partnership on Effective Development Cooperation (GPEDC).

Example 300x600

“Efektivitas bukan sekadar pilihan teknis, melainkan moral imperative. Kemitraan harus mampu memberi hasil nyata yang dapat dirasakan masyarakat, terutama kelompok paling rentan,” ucapnya, dari keterangan resmi, Jakarta, Rabu.

Forum ini berlangsung pada momentum penting, hanya beberapa bulan pasca Konferensi Internasional Keempat tentang Pembiayaan Pembangunan (FfD4) di Seville, Spanyol, yang hasilnya diharapkan mereformasi arsitektur keuangan pembangunan global.

Busan Global Partnership Forum 2025 dihadiri lebih dari 100 negara, perwakilan Organisasi Internasional seperti Uni Eropa, United Nations Development Programme (UNDP), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), serta berbagai sektor privat, organisasi masyarakat sipil, lembaga think tank, akademisi dan filantropi dari berbagai belahan dunia.

Selain membuka forum secara resmi, Indonesia juga berpartisipasi aktif sebagai narasumber dalam Sesi Tematik 3 yang bertajuk “Strengthening Inclusive Partnerships and Institutionalized Knowledge Sharing for a New Era” dan memimpin GPEDC Steering Committee Meeting.

Pada forum ini, Indonesia berbagi pengalaman implementasi Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST), lalu mengungkapkan keberhasilan menyelenggarakan program peningkatan kapasitas bagi lebih dari 140 negara mitra.

Selain itu, Indonesia menekankan pentingnya memperkuat tata kelola kerja sama pembangunan yang berbasis data, membangun Centers of Excellence di tingkat nasional, serta mengembangkan sistem informasi terpadu untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas.

Menurut Wakil Kepala Bappenas, kunci pembangunan adalah melibatkan daerah. Maka dari itu, kerja sama harus dapat meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemerintah daerah sebagai penyedia layanan dasar penting dan responden pertama di saat krisis

“Di saat pemerintah daerah diberdayakan, hasil pembangunan dapat benar-benar menjangkau setiap warga, di setiap daerah, tanpa meninggalkan siapapun,” kata Febrian.

Di sela forum, Wamen PPN mengadakan sejumlah pertemuan bilateral dengan mitra pembangunan, termasuk dengan Ketua OECD Development Assistance Committee (DAC) Carsten Staur.

Pertemuan tersebut menegaskan peran Indonesia sebagai jembatan antara negara donor tradisional dan negara-negara Global South, sekaligus memperkuat proses aksesi Indonesia menuju keanggotaan OECD.

Pada hari kedua, forum akan dilanjutkan dengan Steering Committee Meeting GPEDC yang membahas arah organisasi, serta penetapan agenda kerja sama pembangunan internasional yang efektif ke depan.

“Partisipasi Indonesia di forum ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat tata kelola pembangunan, posisi Global South, dan Visi Indonesia Emas 2045, sekaligus menegaskan komitmen di GPEDC menjadikan efektivitas pembangunan sebagai dasar kerja sama internasional yang inklusif dan berorientasi hasil,” ujar dia.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *