Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Gubernur Kalteng Pacu Program Cetak Sawah untuk Ketahanan Pangan

48
×

Gubernur Kalteng Pacu Program Cetak Sawah untuk Ketahanan Pangan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Palangka Raya – (AmperaNews.com) – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran terus memacu pelaksanaan program cetak sawah di wilayah provinsi setempat, untuk mendukung sekaligus mewujudkan ketahanan pangan yang merupakan salah satu Astacita Presiden Prabowo Subianto.

“Mewujudkan swasembada pangan nasional sebagaimana yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, kita harus bergerak cepat dan kompak. Perluasan areal tanam dan optimalisasi lahan harus dilaksanakan penuh komitmen dan sinergi,” kata Gubernur Kalteng, di Palangka Raya, Senin.

Example 300x600

Adapun target program cetak sawah di wilayah setempat seluas 85.740 hektare, dengan perkembangan lahan yang telah dikontrakkan mencapai 67.149 hektare. Sementara untuk program kegiatan optimalisasi lahan atau oplah ditargetkan seluas 6.482 hektare pada 2025.

Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Kalteng menyampaikan pelaksanaan cetak sawah di provinsi ini, di antaranya meliputi Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur (Kotim), dan beberapa lainnya.

Sementara itu sampai saat ini perkembangan di lapangan di antaranya land clearing (pembersihan lahan) dan land leveling (perataan lahan) kurang lebih sudah sekitar 20 ribu hektare, serta olah tanah berkisar tiga ribuan hektare dan ini terus berproses serta mengalami perkembangan.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mendukung target nasional tersebut, Pemprov Kalteng juga telah membentuk Tim Monitoring Percepatan Cetak Sawah dan Optimasi Lahan yang dipimpin Wakil Gubernur.

Tim ini menjadi wadah kolaborasi seluruh pemangku kepentingan terkait, baik dari unsur pemerintah, TNI/Polri, kejaksaan, hingga pelaku usaha dan petani.

Kepala Dinas TPHP Kalteng Rendy Lesmana menambahkan, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran sangat fokus di sini, sehingga dukungan provinsi juga terus diberikan, baik dalam penyiapan ataupun melengkapi kebutuhan alat mesin pertanian (alsintan), brigade pangan serta lainnya.

Dia menjelaskan, melalui program nasional cetak sawah ini diharapkan luas baku sawah di wilayah setempat bertambah.

“Itu bisa dibayangkan berapa ton gabah ketika sudah melakukan produksi di lokasi-lokasi tersebut. Varietas lokal saja seperti Siam yang kebanyakan dipakai petani di Kapuas dan Pulang Pisau, rata-rata per hektare menghasilkan antara 5-6 ton,” katanya pula.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *