AMPERANEWS.COM – Aktivis muda Salsa Erwina Hutagalung menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya para peserta aksi unjuk rasa, agar tidak melakukan tindakan anarkis dalam menyuarakan aspirasi.
Hal itu ia sampaikan melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @salsaer, yang kini sudah diikuti lebih dari 764 ribu pengikut.
Dalam video tersebut, Salsa mengaku sudah mendengar kabar mengenai adanya kerusuhan di sejumlah daerah.
“Halo teman-teman sebangsa tanah air, kalian semua para pejuang dan pahlawan-pahlawan demokrasi di Indonesia. Aku udah denger kabar ya bahwa kita udah mulai rusuh, udah mulai ada pembakaran DPRD di Makassar dan juga mulai ada penjarahan-penjarahan,” ucap Salsa.
Paham dengan Kekecewaan Masyarakat
Ia mengaku memahami perasaan marah dan kecewa masyarakat, namun meminta agar emosi tidak berujung pada tindakan destruktif.
“Teman-teman please, aku tau kita semua marah, aku tau kita semua jijik, geli, dan udah muak banget dengan apa yang terjadi di Indonesia sampai saat ini. Tapi please banget teman-teman jangan kita bertindak anarki,” tegasnya.
Salsa juga mengingatkan agar masyarakat tidak melibatkan kelompok rentan dalam kerusuhan.
“Terutama kaum-kaum minoritas, saudara-saudara kita dengan ras Tionghoa, agama-agama minoritas, dan orang-orang yang sedang berbisnis. Jangan sampai ada penjarahan, teman-teman, karena ini nanti impact-nya ke ekonomi kita lagi. Kedepannya yang akan menyulitkan kita lagi,” ujar Salsa.
Pentingnya Menjaga Persatuan Bangsa
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan bangsa serta citra Indonesia di mata dunia. Menurutnya, kerusuhan hanya akan memperburuk stigma internasional dan membuat investor ragu menanamkan modal di Indonesia.
“Kita jaga image Indonesia, sehingga investor gak takut, sehingga orang-orang gak punya stigma buruk terhadap masyarakat Indonesia,” katanya.
Meski tidak bisa hadir langsung di lokasi aksi, Salsa mengaku berusaha mendukung perjuangan rakyat melalui platform media sosial. Ia meminta agar massa aksi segera pulang demi keselamatan masing-masing.
“Aku mohon maaf aku gak bisa ada di sana dengan kalian untuk berjuang bareng. Tapi aku mencoba melakukan yang terbaik dengan platform yang aku punya. Teman-teman, tenang, pulang ke rumah. Kalian punya keluarga, kalian semua masih punya masa depan,” jelasnya.
Tuntutan Yang Disusun
Dalam video tersebut, Salsa juga menyinggung soal tuntutan yang sedang ia susun untuk disampaikan kepada pemerintah.
Ia berharap pemerintah memberi respons positif dalam waktu tujuh hari ke depan sebelum masyarakat kembali turun ke jalan dengan skala yang lebih besar.
“Beberapa tuntutan-tuntutan harus dilaksanakan dalam 7 hari ke depan. Kalau mereka tidak bisa melaksanakan tuntutan ini, baru kita bisa demo lagi secara besar-besaran. Tapi tolong untuk saat ini, amankan diri kalian. Jangan sampai ada lagi pahlawan-pahlawan yang gugur seperti Affan,” ungkapnya.
Salsa pun menutup pernyataannya dengan ajakan menjaga solidaritas dan persatuan bangsa.
“Sama-sama ayo kita saling rengkuh, saling jaga. Pulang, selesaikan. Jangan ada tindakan anarkis, jangan ada penjarahan. Kita bangun bangsa ini bersama-sama. Kalau memang mereka gagal merepresentasikan kita, baru kita kerahkan seluruh kekuatan yang kita punya. Tapi saat ini berikan mereka kesempatan dulu untuk bertindak dan amankan diri kalian masing-masing,” pungkasnya.
Salsa Erwina Buat Draft Tuntutan untuk DPR dan Polisi
Aktivis media sosial Salsa Erwina kembali menjadi sorotan publik setelah membuat draft tuntutan yang ditujukan kepada anggota DPR RI dan aparat kepolisian. Draft tersebut ia bagikan melalui akun Instagram pribadinya, @salsaer.
Dalam unggahannya, Salsa menuliskan sembilan poin tuntutan yang menurutnya mendesak untuk segera ditindaklanjuti. Ia berharap dukungan warganet bisa memperkuat posisi masyarakat dalam menekan DPR RI dan pemerintah.
“Teman-teman apakah setuju dengan draft tuntutan (belum final) ini kepada pemerintah untuk dilaksanakan dalam selambat-lambatnya 7 hari ke depan? Kalau tidak, kita delete. Kalau ya, kita lanjutkan!” tulis Salsa di kolom keterangan.
Adapun sembilan tuntutan yang disampaikan Salsa antara lain:
DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.
Memecat anggota DPR yang terbukti menghina rakyat atau hanya mewakili kepentingan partai politik yang tidak kredibel.
Membebaskan pihak-pihak yang ditangkap dalam kaitannya dengan penyampaian aspirasi masyarakat pada aksi demo 25, 28, dan 29 Agustus 2025.
Melakukan audit secara transparan lewat badan netral terhadap penggunaan anggaran DPR yang mencapai Rp10 triliun per tahun, dengan merampingkan anggaran dan memangkas pos-pos yang tidak mendesak bagi kesejahteraan rakyat.
Turunkan gaji dan tunjangan anggota DPR dengan batas maksimal sembilan kali Upah Minimum Regional (UMR), disertai kejelasan dan transparansi besaran gaji.
Tetapkan key performance indicators (KPI) yang terukur bagi anggota DPR sebagai standar kinerja.
Audit menyeluruh terhadap BUMN untuk memastikan profitabilitas dan membuka peluang Initial Public Offering (IPO) atau pengelolaan swasta.
Batalkan rencana kenaikan pajak yang dinilai memberatkan masyarakat.
Adili pembunuh pahlawan Affan seberat-beratnya.
Salsa menyebut draft itu masih dalam tahap awal dan bisa mengalami perubahan. Namun, ia menekankan pentingnya aksi nyata.
“Kalau hanya marah di media sosial tidak akan ada hasil. Harus ada gerakan yang jelas, dengan tuntutan yang jelas pula,” kata Salsa dalam unggahannya.
Latar Belakang Salsa dan Perseteruan dengan Ahmad Sahroni
Salsa Erwina bukan nama asing di jagat maya. Ia dikenal sebagai aktivis digital yang kerap bersuara lantang mengenai isu transparansi anggaran dan perilaku elite politik.
Popularitasnya semakin melesat setelah perseteruannya dengan Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni, beberapa waktu lalu.
Salsa menuding Ahmad Sahroni telah meremehkan suara rakyat dalam isu kenaikan tunjangan DPR dan penggunaan anggaran negara yang dianggap berlebihan.
Kritik keras yang ia lontarkan melalui Instagram memicu perdebatan sengit dengan Sahroni, yang membalas tuduhan tersebut dengan menyebut pernyataan Salsa sebagai bentuk provokasi.
Perseteruan itu justru membuat dukungan publik terhadap Salsa semakin meluas. Banyak netizen menilai keberanian Salsa merepresentasikan keresahan masyarakat terhadap gaya hidup mewah pejabat dan lemahnya integritas sebagian wakil rakyat.
Kini, dengan draft tuntutan barunya, Salsa berupaya mengubah kritik di media sosial menjadi agenda politik yang lebih konkret.
Ia menekankan bahwa DPR dan pemerintah harus menunjukkan keseriusan dalam menjawab aspirasi rakyat.
“Kalau tidak ada langkah nyata dalam tujuh hari ke depan, ini akan menjadi bukti bahwa mereka sama sekali tidak peduli dengan suara rakyat,” ujarnya.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari DPR RI maupun kepolisian mengenai tuntutan yang diajukan Salsa Erwina.
Namun, sejumlah warganet di kolom komentar tampak mendukung penuh langkah yang diambilnya, bahkan sebagian mengusulkan agar tuntutan itu dibawa menjadi petisi resmi.