Mataram – (AmperaNews.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar gladi lapangan simulasi risiko bencana di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk menguji dan mengembangkan kesiapan personel baik secara manajerial maupun teknis medis dalam menghadapi situasi krisis kesehatan atau bencana.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dan dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Mataram Lalu Alwan Basri dan jajaran terkait lainnya di Lapangan Stadion Legenda Malomba, Kota Mataram, Kamis.
Dalam kesempatan itu Abdul Muhari mengatakan Indonesia setiap hari menghadapi sedikitnya 15 hingga 20 kali kejadian bencana.
Bahkan ketika di sini sedang dilakukan latihan dan simulasi bencana, kata dia, mungkin di provinsi lain sedang terjadi bencana. Itulah sebabnya kenapa harus terus melatih kesiapsiagaan, melatih cara tanggap darurat, mulai dari tingkat individu, keluarga, hingga komunitas desa dan seterusnya.
“Kesiapsiagaan masyarakat sangat penting agar mampu merespons kondisi darurat dengan cepat dan tepat,” kata Abdul Muhari.
Ia mengatakan simulasi lapang tidak hanya berfokus pada teknis evakuasi, tetapi juga menekankan pada simulasi penanganan permasalahan sosial yang sering muncul saat tanggap darurat.
Misalnya, lanjut dia, saat distribusi bantuan yang belum merata atau masyarakat terdampak yang belum sepenuhnya terjangkau agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kami setiap hari melakukan kegiatan tanggap darurat di dua sampai tiga provinsi. Melalui gladi lapang ini kami berlatih menyikapi berbagai persoalan yang sering muncul di lapangan, sehingga respons semakin baik,” kata Abdul Muhari.
Lebih jauh ia juga menyinggung peristiwa banjir yang melanda Kota Mataram pada 6 Juli 2025 menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat langkah-langkah penanggulangan bencana ke depan.
Ia berharap pemerintah daerah, masyarakat, dan media, dapat berperan bersama dalam memperkuat komunikasi risiko bencana.
“Melalui latihan hari ini, kami bisa melihat bagaimana semua pihak menjalankan peran masing-masing dalam tanggap darurat,” kata Abdul Muhari.