Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BencanaBeritaIndonesiaInternasional

Danau di Himalaya Berpotensi Jebol, Dave Laksono Minta WNI di Nepal Waspada

3
×

Danau di Himalaya Berpotensi Jebol, Dave Laksono Minta WNI di Nepal Waspada

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA (Amperanews.com) – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meningkatkan langkah perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Nepal menyusul bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Dave mendorong pemerintah mulai menyiapkan skenario evakuasi apabila hasil pemantauan menunjukkan adanya wilayah yang masih memiliki tingkat risiko tinggi. Langkah tersebut dinilai penting karena muncul peringatan mengenai kemungkinan terjadinya banjir susulan.

Example 300x600

“Apabila hasil asesmen otoritas Nepal dan perwakilan RI menunjukkan adanya wilayah yang tidak aman atau memiliki risiko tinggi terkena banjir susulan, WNI harus segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman,” kata Dave, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Dave, keselamatan WNI harus menjadi prioritas pemerintah. Karena itu, Kemlu diminta berkoordinasi dengan perwakilan RI di Nepal untuk melakukan pemantauan sekaligus pendataan WNI yang berada di wilayah terdampak maupun kawasan yang berpotensi terkena dampak lanjutan.

Belum Ada Laporan WNI Terdampak

Dave mengatakan informasi yang diterima dari Kemlu sejauh ini belum menunjukkan adanya WNI yang menjadi korban atau terdampak langsung bencana tersebut.

Meski demikian, kondisi di lapangan masih dinamis sehingga pemantauan tidak boleh dihentikan.

“Berdasarkan informasi Kemlu, sejauh ini belum ada laporan WNI yang terdampak. Namun, pemantauan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau WNI yang berada di Nepal untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi dan arahan dari otoritas setempat maupun perwakilan Indonesia.

Dave menilai respons cepat diperlukan jika sewaktu-waktu kondisi keamanan berubah akibat potensi banjir susulan.

Ancaman Banjir Susulan Mengintai

Kekhawatiran tersebut muncul setelah otoritas Nepal dan China mengeluarkan peringatan mengenai potensi banjir susulan di kawasan Himalaya.

Sejumlah danau yang terbentuk akibat longsor di sekitar perbatasan Nepal dan Tibet disebut berpotensi mengalami jebolnya bendungan alami. Jika terjadi, limpasan air dapat kembali menerjang kawasan yang sebelumnya telah dilanda banjir bandang.

Situasi tersebut membuat operasi pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung. Lebih dari 1.400 orang dilaporkan masih hilang setelah banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal dan Tibet pada Rabu (26/8/2026).

Banjir besar tersebut disebut berkaitan dengan runtuhnya gletser yang kemudian menghasilkan aliran deras berisi material batu, es, lumpur, dan berbagai puing yang terbawa melalui sungai-sungai pegunungan.

Selain faktor geografis, perubahan iklim juga dinilai meningkatkan risiko mencairnya gletser serta terjadinya banjir yang berasal dari danau glasial.

Otoritas penanggulangan bencana Nepal sebelumnya mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah lebih rendah, termasuk petugas penyelamat, untuk menjauh dari bantaran sungai dan kawasan yang berisiko.

Dengan kondisi tersebut, DPR meminta pemerintah tidak menunggu sampai situasi memburuk untuk mengambil langkah perlindungan terhadap WNI. (Rd).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *