Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaIndonesiaInternasionalKeselamatan

Warga Tegal Alur Patungan Bangun Jembatan Bambu, Gubernur Pramono Janji Ganti Beton

2
×

Warga Tegal Alur Patungan Bangun Jembatan Bambu, Gubernur Pramono Janji Ganti Beton

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA (Amperanews.com) – Jembatan bambu yang dibangun secara swadaya oleh warga Tegal Alur, Jakarta Barat, menjadi perhatian setelah kondisinya ramai diperbincangkan di media sosial. Jembatan tersebut menjadi akses warga melintasi Kali Semongol di Jalan Warung Pojok RT 05 RW 02.

Jembatan sederhana itu dibangun warga setelah jembatan beton sebelumnya dibongkar pada 2024. Karena akses tersebut tetap dibutuhkan untuk aktivitas sehari-hari, masyarakat kemudian bergotong royong mengumpulkan dana dan membangun jembatan sementara berbahan bambu.

Example 300x600

Kondisi tersebut kemudian mendapat perhatian dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Ia memastikan akses penyeberangan tersebut nantinya akan dibangun kembali secara permanen menggunakan beton.

Dibongkar untuk Pengerukan Kali

Pramono menjelaskan pembongkaran jembatan sebelumnya dilakukan oleh Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Langkah tersebut berkaitan dengan pekerjaan pengerukan di kawasan Kali Semongol.

Menurut Pramono, pengerjaan proyek kemudian mengalami kendala setelah peralatan yang digunakan untuk pengerukan mengalami vandalisme dan pencurian. Sejumlah suku cadang alat dilaporkan hilang sehingga peralatan tersebut tidak dapat digunakan secara optimal.

“Yang menyedihkan adalah alat itu dilakukan vandalisme, dilakukan pencurian sehingga ada sparepart-nya atau suku cadangnya yang diambil sehingga alat itu tidak bisa beroperasi,” ujar Pramono di kawasan Pancoran, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Jembatan Permanen Akan Dibangun

Pramono mengatakan dirinya telah meminta Dinas SDA melanjutkan pekerjaan yang tertunda. Setelah pekerjaan terkait penataan sumber daya air selesai, pembangunan jembatan permanen akan dilaksanakan.

Pemprov DKI tidak akan mempertahankan jembatan bambu sebagai akses permanen karena dinilai memiliki risiko keselamatan bagi warga.

“Nanti kalau pengerjaan sumber daya air sudah selesai, maka yang jembatan kayu akan kita selesaikan menjadi jembatan konkret,” kata Pramono.

Dengan pembangunan kembali menggunakan konstruksi beton, pemerintah berharap akses masyarakat di kawasan tersebut menjadi lebih aman dan nyaman untuk digunakan dalam jangka panjang. (Rd).

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *