Singapura (Amperanews.com) – Otoritas Singapura meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Kondisi tersebut dinilai berpotensi terjadi apabila kebakaran di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan semakin meluas di tengah cuaca yang masih kering.
Badan Lingkungan Hidup Nasional Singapura (NEA) menyebut sejumlah titik panas yang disertai kepulan asap telah terdeteksi, terutama di wilayah Sumatra bagian tengah dan selatan serta beberapa kawasan Kalimantan.
Peringatan tersebut disampaikan NEA melalui imbauan yang dirilis pada Senin (17/8/2026) dan kembali diberitakan pada Rabu (19/8/2026).
Menurut NEA, kombinasi cuaca kering dan arah angin dari tenggara maupun barat daya dapat membawa asap kebakaran menuju Singapura apabila intensitas kebakaran di Indonesia meningkat.
“Kondisi kering diperkirakan akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang. Dengan adanya angin yang bertiup dari arah tenggara atau barat daya, Singapura berpotensi mengalami kabut asap jika kebakaran tersebut semakin intensif,” demikian imbauan NEA.
PSI Dipantau Ketat
NEA memastikan perkembangan kondisi udara akan terus dipantau. Pemerintah Singapura juga akan menyampaikan informasi serta imbauan kepada masyarakat apabila Indeks Standar Polutan atau PSI rata-rata 24 jam mencapai kategori tidak sehat.
Dalam beberapa hari terakhir, angka PSI di Singapura memang sempat mengalami peningkatan. Namun, kondisi kualitas udara masih berada dalam kategori moderat. Situasi tersebut terjadi ketika Singapura mengalami periode Agustus yang relatif kering. Curah hujan pada paruh pertama Agustus tercatat berada jauh di bawah rata-rata karena pembentukan awan hujan terhambat oleh massa udara kering yang menyelimuti kawasan tersebut.
Monsun Barat Daya Masih Berlangsung
NEA menjelaskan kondisi Monsun Barat Daya saat ini masih berlangsung di Singapura dan kawasan sekitarnya. Angin diperkirakan dominan bertiup dari arah tenggara hingga barat daya.
Meski demikian, hujan lokal disertai petir masih berpotensi terjadi pada beberapa wilayah, terutama menjelang siang hingga sore hari. Hujan tersebut diperkirakan berlangsung singkat.
Suhu maksimum harian juga diperkirakan berada di kisaran 33-34 derajat Celsius pada sebagian besar hari dan dapat mencapai 35 derajat Celsius pada waktu tertentu.
Risiko Kabut Asap Diprediksi Tinggi
Ancaman kabut asap lintas batas di Asia Tenggara sebelumnya juga menjadi perhatian lembaga kajian di Singapura.
Sebuah laporan Haze Outlook 2026 yang diterbitkan pada Juni lalu memperkirakan risiko kabut asap lintas batas yang cukup tinggi di kawasan Asia Tenggara sepanjang sisa tahun 2026.
Periode Agustus hingga September diprediksi menjadi salah satu masa yang perlu diwaspadai. Kondisi tersebut dikaitkan dengan cuaca yang lebih panas dan kering serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Dengan kondisi tersebut, otoritas Singapura memilih meningkatkan pemantauan terhadap titik panas di kawasan regional, terutama apabila arah angin berpotensi membawa asap menuju wilayah Singapura. (Rd)


















