Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaEdukasiIndonesiaInternasional

Bahasa Mandarin hingga Prancis Mau Diajarkan Sejak SD, DPR Ingatkan Kesiapan Sekolah

3
×

Bahasa Mandarin hingga Prancis Mau Diajarkan Sejak SD, DPR Ingatkan Kesiapan Sekolah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta (Amperanews.com) — Rencana Presiden Prabowo Subianto untuk memperkenalkan bahasa asing sejak kelas 1 sekolah dasar (SD) mendapat respons dari Komisi X DPR RI. Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mendukung penguatan kemampuan bahasa asing sejak dini, tetapi mengingatkan agar seluruh bahasa yang diusulkan tidak otomatis dijadikan mata pelajaran wajib bagi setiap siswa.

Hadrian menilai penerapan kebijakan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan masing-masing daerah serta sekolah. Menurut dia, fleksibilitas menjadi penting agar kebijakan pendidikan baru tidak justru menimbulkan persoalan dalam pelaksanaannya.

Example 300x600

“Saya tidak melihat perlunya seluruh bahasa tersebut diberlakukan sebagai mata pelajaran wajib bagi semua siswa,” ujar Hadrian kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).

DPR Soroti Kesiapan Sekolah

Hadrian mengatakan pilihan bahasa asing sebaiknya mempertimbangkan sejumlah faktor. Di antaranya potensi daerah, kebutuhan masyarakat, ketersediaan guru yang kompeten, hingga prospek pendidikan dan pekerjaan bagi peserta didik.

Ia mengingatkan kesiapan sekolah di Indonesia belum tentu sama. Karena itu, pemerintah perlu memastikan tersedianya tenaga pengajar, bahan pembelajaran, serta fasilitas yang memadai sebelum kebijakan diterapkan secara luas.

Menurutnya, kebijakan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia harus dijalankan dengan mempertimbangkan kemampuan setiap satuan pendidikan.

Hadrian juga mengingatkan agar penambahan pembelajaran bahasa asing tidak menggeser fokus utama pendidikan dasar, seperti kemampuan membaca dan memahami informasi, numerasi, berpikir kritis, serta pembentukan karakter.

Dukung Bahasa Asing Dikenalkan Sejak Dini

Meski memberikan catatan, Hadrian menyambut positif gagasan Presiden Prabowo mengenai pembelajaran bahasa asing sejak sekolah dasar.

Ia menilai kemampuan berbahasa asing dapat menjadi modal penting bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan global, termasuk ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.

“Penerapannya tetap perlu menempatkan fondasi pendidikan dasar sebagai prioritas, terutama kemampuan literasi, numerasi, berpikir kritis, dan pembentukan karakter,” katanya.

Hadrian menilai bahasa Mandarin dan bahasa asing lainnya memiliki nilai strategis dalam berbagai bidang, mulai dari hubungan internasional, ekonomi, pendidikan hingga perkembangan geopolitik.

Karena itu, pengenalan bahasa asing sejak usia sekolah dasar dinilai positif selama dilakukan secara bertahap dan sesuai kapasitas pendidikan nasional.

Prabowo Ingin Bahasa Asing Dimulai Kelas 1 SD

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah akan mendorong pembelajaran bahasa asing sejak anak memasuki kelas 1 SD.

Dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026), Prabowo menyebut sejumlah bahasa yang dinilai penting untuk dipelajari generasi muda.

Bahasa tersebut antara lain Inggris, Mandarin, Arab, Jepang, Korea, Spanyol dan Prancis.

Prabowo beralasan anak-anak pada usia dini memiliki kemampuan lebih cepat dalam mempelajari bahasa. Penguasaan bahasa asing diharapkan dapat memperbesar peluang generasi muda Indonesia untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki pasar kerja internasional.

Menurut Prabowo, anak-anak Indonesia perlu mendapatkan akses pendidikan terbaik agar memiliki kemampuan yang dapat membuat mereka bersaing dan bekerja dengan berbagai pihak di tingkat global. (Rd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *