Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BencanaBeritaIndonesiaInternasionalKeselamatan

NTT Diguncang Gempa M 7, Tembok Rumah hingga Hotel Dilaporkan Rusak

4
×

NTT Diguncang Gempa M 7, Tembok Rumah hingga Hotel Dilaporkan Rusak

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta (Amperanews.com) – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026), menimbulkan kerusakan di sejumlah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menerima laporan kerusakan mulai dari Maumere hingga Labuan Bajo.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, mengatakan kerusakan yang dilaporkan sementara masuk kategori sedang.

Example 300x600

“Untuk sementara ada laporan kerusakan yang pertama kategori kerusakan sedang, ada beberapa tembok rumah roboh di wilayah Maumere, Manggarai Barat, Labuan Bajo,” kata Teguh dalam siaran langsung BMKG, Sabtu (15/8/2026).

Selain bangunan rumah, dampak gempa juga dilaporkan terjadi di fasilitas publik dan akomodasi wisata. Pelabuhan Maumere serta Hotel Jayakarta di Labuan Bajo disebut mengalami kerusakan.

Menurut Teguh, intensitas guncangan di beberapa lokasi yang terdampak berada pada kisaran IV-V MMI. Sementara di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo, intensitas gempa dilaporkan sekitar VI-VII MMI.

“Kategori kerusakan sedang di Pelabuhan Maumere dan Hotel Jayakarta Bajo, dengan sekitaran VI-VII MMI. BMKG akan melakukan survei ke lokasi terdampak,” ujarnya.

37 Gempa Susulan Terjadi

Situasi semakin menjadi perhatian karena gempa utama tersebut diikuti aktivitas gempa susulan. BMKG mencatat sedikitnya 37 gempa susulan hingga pukul 07.07 WIB.

Magnitudo gempa susulan tercatat bervariasi, mulai dari M 3,6 hingga yang terbesar mencapai M 6,2. Dari puluhan gempa susulan tersebut, satu gempa dilaporkan dirasakan masyarakat.

“Hingga pukul 07.07 hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 37 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo antara 3,6 sampai 6,2, dan dirasakan berjumlah 1 gempa,” jelas BMKG.

BMKG meminta masyarakat tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat gempa susulan masih berpotensi terjadi.

Masyarakat juga diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan gempa karena kondisi bangunan dapat membahayakan keselamatan.

“Untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian menghindari bangunan yang retak yang diakibatkan oleh gempa bumi dan mewaspadai gempa bumi susulan yang masih terjadi,” imbau BMKG.

Kronologi Gempa M 7 di Nagekeo

Gempa utama terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 04.58 WIB. Episenter gempa berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, atau sekitar 36 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 10 kilometer sehingga guncangannya dirasakan di sejumlah wilayah NTT.

BMKG sebelumnya juga telah mengakhiri peringatan dini tsunami yang dikeluarkan setelah gempa utama terjadi. Masyarakat tetap diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak mempercayai kabar yang belum terverifikasi. (Rd)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *