Jakarta – (AmperaNews.com) – Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto menyampaikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan standar mutlak yang harus dimiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memastikan makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) aman dikonsumsi.
“Tanpa standar dasar ini, risiko keracunan akan selalu menghantui penerima manfaat MBG,” kata Edy kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Sejalan dengan hal itu, ia pun mengapresiasi keputusan pemerintah untuk mewajibkan seluruh SPPG yang merupakan pengelola dapur MBG memiliki SLHS.
Berikutnya Edy juga menyoroti lemahnya komunikasi publik Badan Gizi Nasional (BGN) dalam menghadapi kasus keracunan. Menurutnya, pernyataan yang meremehkan jumlah korban justru melukai perasaan masyarakat.
“Tidak ada kata ‘cuma’ dalam urusan keracunan makanan. Ini menyangkut nyawa dan kesehatan anak-anak kita. Satu korban saja sudah cukup menjadi alarm. Pemerintah harus belajar berkomunikasi dengan empati dan tanggung jawab,” ujarnya.
Edy menegaskan MBG adalah program besar dengan harapan besar. Namun, menurut dia, tanpa perbaikan sistem di hulu, pengawasan terpadu, dan komunikasi publik yang benar, program itu akan terus dibayangi masalah.
Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi menyampaikan pemerintah siap mempercepat pengurusan SLHS untuk memastikan semua SPPG memenuhi standar kebersihan dan pembuatan makanan Program MBG.
Demikian pula Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan rapat koordinasi itu menyepakati pentingnya SLHS sebagai syarat wajib setiap SPPG.


















