Mojokerto – ( AmperaNews.com ) – Sebuah video menampilkan Kepala Desa (Kades) Tempuran, S, berjoget di Kantor Kecamatan Sooko, Mojokerto, viral di media sosial. Video tersebut pun menuai sorotan warganet karena dilakukan di kantor pemerintahan.
Video berdurasi 20 detik tersebut pertama kali diunggah akun Tiktok @FavianFavio. Di video itu, S nampak asyik borgoyang bersama seorang biduan di ruangan dengan background belakang bertuliskan Kantor Kecamatan Sooko, Mojokerto.
Selain bergoyang, biduan yang memakai dress warna merah juga terlihat bernyanyi sembari diiringi musik.“#wasek# yang penting joget tetap fokus dengan keadaan biar nggak salah arah..! Gasken mas Slatem…”, tulis akun @FavianFavio.
Postingan akun @FavianFavio telah dihapus. Namun, video serupa terlanjur beredar di berbagai platform dan menuai beragam komentar warganet. Salah satuya di Grup Facebook Info Lantas Mojokerto.
Video itu memantik komentar miring netizen. “Kan kan ini mesti pakai uang rakyat mane. Wes gak usah bayar pajak,” tulis akun bernama Abista. Akun lain, Park Jhi Sun, menambahkan, “Makanya kok banyak yang ingin menjadi pejabat, uang rakyat buat seperti ini. Menyala bayar pajak.” tulisnya.
Bahkan, ada warganet yang sarkastis menyarankan agar kantor tersebut dijadikan tempat hiburan malam. “Kantornya buat diskotik saja mantab,” ujar Dhafit Hermawan.Camat Sooko Masluchman, membenarkan video aksi joget Kades Tempuran bersama biduan tersebut. Menurut dia, video diambil saat acara penutupan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) pada akhir Agustus 2025.
Dalam acara pembubaran panitia tersebut dihadiri seluruh kepala desa yang ada di Kecamatan Sooko. Termasuk mengundang Forkopimca dan dinas instansi terkait yang ada di wilayahnya.
Ia menegaskan, S hadir bukan hanya sebagai kepala desa, tetapi juga selaku ketua panitia acara.
“Video itu diunggah (disebarkan) Kaded Sooko. Karena Kades Sooko kan juga panitia, mauunya cuma berecanda,” katanya kepada wartawan.Menurut dia, mendatangkan hiburan musik electone itu sumbangan dari para kades. Karena kebetulan, Slamet memang memiliki grup musik dangdut yang kerap tampil dalam berbagai acara. “Acara electon sumbangan dari teman-teman kades. Kades Tempuran, dia pengusaha orkes melayu, dia ketua panitianya juga (PHBN). Kalau ada acara seperti itu sumbangan saja, karena tidak ada dana buat seperti itu,” ungkapnya.
Terkait viralnya video ini, Masluchman mengaku telah dipanggil Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mojokerto Teguh Gunarko untuk dimintai klarifikasi.Atas hal ini, ia meminta kepada seluruh kades di Kecamatan Sooko untuk tidak membuat kegiatan yang bersifat hura-hura.
“Tolong jangan membuat sesuatu yang menimbulkan reaksi masyarakat. Kedua, jangan sampai ada kegiatan bersifat foya-foya,” katanya.


















