Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

PGE Raih Penghargaan ENSIA 2025 Berkat Inovasi Energi Panas Bumi

71
×

PGE Raih Penghargaan ENSIA 2025 Berkat Inovasi Energi Panas Bumi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) meraih penghargaan “Inovasi Khusus Kategori Ketahanan Pangan” dalam ajang Environmental & Social Innovation Awards (ENSIA) 2025.

Direktur Utama PGE Julfi Hadi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis menilai, penghargaan ENSIA 2025 ini menjadi bukti nyata kontribusi energi panas bumi dalam mendorong ketahanan pangan, kesejahteraan masyarakat, dan kemandirian energi nasional.

Example 300x600

“Melalui inovasi para perwira di seluruh area operasional PGE, kami ingin menunjukkan bahwa panas bumi bukan hanya menghadirkan listrik hijau, tetapi juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat sekitar,” kata Julfi.

Adapun penghargaan “Inovasi Khusus Kategori Ketahanan Pangan” diraih PGE melalui tiga program unggulan dari tiga area operasional, yaitu PGE Area Lahendong dengan inovasi Katrili (pupuk booster silika geothermal), PGE Area Ulubelu dengan program integratif Andan Jejama, dan PGE Area Kamojang dengan inovasi Geovert (Geothermal Organic Fertilizer).

Julfi mengatakan, pemanfaatan panas bumi oleh PGE bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar area operasional, salah satunya melalui booster Katrili yang dikembangkan di PGE Area Lahendong.

Katrili merupakan booster untuk tanaman dalam bentuk cairan yang ramah lingkungan berbasis silika geotermal, yang dikembangkan PGE Area Lahendong bersama Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM).

Melalui pemanfaatan endapan silika yang diolah dengan teknologi nano dan dicampur dengan kitosan, inovasi ini menghadirkan solusi atas kelangkaan pupuk sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Utara.

Sementara PGE Area Ulubelu dengan program Andan Jejama, menjadi simbol kolaborasi lintas sektor.

Program ini mencakup berbagai inovasi seperti pupuk organik GeoPertaganik Bestari berbasis limbah kopi dan kotoran hewan, hingga pemanfaatan limbah cooling tower untuk rumah produksi ramah lingkungan.

Sementara, PGE Area Kamojang mengembangkan Pupuk Geovert yang merupakan pupuk organik berbasis limbah kulit kopi Canaya.

Pupuk ini memanfaatkan uap geotermal untuk proses produksi pupuk organik dalam pengeringan yang mampu mempercepat proses pengeringan.

Inovasi ini tak hanya mengurangi limbah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi petani dan memperkuat ekosistem pertanian berkelanjutan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *