Lubuklinggau, Ampera News – Aksi pemblokiran jalan oleh sejumlah warga RT 09 Kelurahan Muara Enim, Kecamatan Lubuklinggau Barat 1, menjadi sorotan pada Senin pagi (10/02/2025). Warga yang geram akibat luapan air saat musim hujan hingga menggenangi rumah mereka, memilih menutup akses jalan sebagai bentuk protes.
Namun, tindakan tersebut menuai keprihatinan, mengingat pemblokiran jalan bukanlah solusi terbaik dan justru merugikan banyak pihak. Lurah Muara Enim, Hj. Luluk Kholifah, dengan sigap turun langsung ke lokasi bersama jajarannya untuk mendengarkan keluhan warga dan mencari solusi terbaik agar kejadian serupa tidak terulang.
Aksi blokade jalan ini dilakukan secara spontan oleh warga yang terdampak banjir akibat buruknya sistem drainase di lingkungan mereka. Namun, tindakan ini justru menghambat aktivitas masyarakat lainnya, termasuk pengguna jalan yang harus mencari jalur alternatif.
Lurah Hj. Luluk Kholifah menegaskan bahwa meskipun warga memiliki hak untuk menyuarakan aspirasi, pemblokiran jalan bukanlah langkah yang tepat. “Kalau jalan diblokir, bukan hanya warga sekitar yang terdampak, tetapi juga pengguna jalan lainnya yang memiliki kepentingan mendesak. Harusnya warga datang ke kami untuk berdiskusi dan mencari solusi, bukan dengan memblokir jalan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah setempat tidak tinggal diam atas permasalahan ini dan berkomitmen untuk segera mencari solusi yang tepat.
Dengan pendekatan persuasif, Lurah Muara Enim langsung melakukan mediasi dengan warga yang melakukan aksi protes. Keputusan ini mendapat apresiasi karena menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Kami di sini untuk menengahi dan mencari solusi terbaik. Ke depan, kita ingin permasalahan seperti ini bisa diselesaikan dengan musyawarah, tanpa harus melakukan pemblokiran jalan yang merugikan banyak pihak,” tambahnya.
Selain itu, ia juga meminta kerja sama dari RT, tokoh masyarakat, dan warga sekitar untuk aktif dalam menyampaikan keluhan melalui jalur resmi, sehingga permasalahan dapat segera ditangani tanpa perlu aksi yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Setelah berdialog dengan warga, pemerintah Kelurahan Muara Enim langsung berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari solusi atas masalah banjir yang dikeluhkan warga. Mereka akan melakukan pengecekan terhadap sistem drainase serta mencari langkah terbaik agar genangan air tidak terus terjadi saat musim hujan.
“Kami akan segera mencari solusi konkret agar permasalahan ini bisa teratasi. Kami juga meminta agar warga tetap tenang dan mempercayakan penyelesaiannya kepada pemerintah,” tegas Hj. Luluk Kholifah.
Sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang, pihak kelurahan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menyampaikan aspirasi melalui jalur yang tepat. Edukasi ini akan melibatkan RT dan tokoh masyarakat agar warga memiliki pemahaman yang lebih baik dalam menyalurkan keluhan mereka kepada pemerintah.
Dengan respons cepat dari pemerintah Kelurahan Muara Enim, warga akhirnya membubarkan aksi pemblokiran jalan dan kembali membuka akses yang sebelumnya ditutup. Kejadian ini menjadi pelajaran bahwa segala permasalahan dapat diselesaikan dengan musyawarah tanpa harus merugikan pihak lain.
(Solihin)