Otomotif-(Ampera- News.com)- General Motors (GM) menggandeng Nvidia untuk menghadirkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) ke berbagai aspek bisnisnya, termasuk manufaktur, robot, dan kendaraan otonom.
Dalam konferensi GTC 2025 di California, Amerika Serikat, pendiri dan CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan bahwa perusahaannya menantikan kerja sama membangun AI bersama GM dalam tiga bidang utama.
“AI untuk manufaktur, agar mereka bisa merevolusi cara mereka memproduksi; AI untuk bisnis guna merevolusi cara mereka mendesain dan mensimulasikan mobil; serta AI di dalam mobil,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran TechCrunch pada Selasa (18/3).
Huang mengatakan bahwa Nvidia akan menyediakan infrastruktur AI bagi GM dan membantu produsen mobil itu mengembangkan sistem AI mereka sendiri.
GM akan bekerja sama dengan Nvidia untuk membangun sistem AI khusus menggunakan beberapa produk raksasa teknologi tersebut. GM tidak mengungkapkan nilai finansial dari kesepakatan tersebut.
Sebagai bagian dari kerja sama, GM akan menggunakan Nvidia Omniverse dengan Cosmos untuk melatih model AI manufaktur guna membangun pabrik dan robotika generasi berikutnya.
Dengan menggunakan Omniverse, GM dapat membangun kembaran digital pabrik dan jalur perakitan mereka untuk menguji proses produksi baru secara virtual tanpa mengganggu produksi kendaraan yang sedang berjalan.
Upaya tersebut akan mencakup pelatihan platform robotika yang sudah digunakan GM untuk operasi seperti penanganan dan pengangkutan material serta pengelasan presisi.
Selain itu, GM akan mengadopsi Nvidia Drive AGX sebagai perangkat keras dalam kendaraan untuk sistem bantuan pengemudi canggih masa depan serta fitur keselamatan di dalam kabin.
Nvidia telah lama berkolaborasi dengan industri otomotif dan kendaraan otonom, memasok GPU ke perusahaan seperti Tesla, Wayve, dan Waymo untuk digunakan dalam pusat data maupun kendaraan mereka.
Perusahaan teknologi itu juga mengembangkan platform kendaraan otonom untuk produsen mobil, termasuk sistem operasi DriveOS yang memungkinkan pemrosesan AI real-time serta integrasi fitur mengemudi canggih dan kokpit pintar.
“Kami bekerja sama dengan industri otomotif sesuai kebutuhan mereka. Kami membangun tiga jenis komputer utama: komputer pelatihan, komputer simulasi, dan komputer robotika, beserta seluruh tumpukan perangkat lunak yang berjalan di atasnya, termasuk model dan algoritma, sebagaimana yang kami lakukan dengan industri lain,” kata Huang.