Banjarmasin – (AmperaNews.com) – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengapresiasi ribuan mahasiswa gabungan saat unjuk rasa tidak melakukan aksi anarkis seperti yang terjadi di beberapa daerah lain.
Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM, Iwan Aflanie ikut memantau mahasiswanya yang melakukan unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin.
Massa dari berbagai elemen, mahasiswa, buruh, ojek daring menyampaikan tuntutan, mulai dari kasus yang menimpa ojek daring di Jakarta, mendesak pembatalan kebijakan pembentukan Taman Nasional Meratus yang dinilai merugikan masyarakat adat, menaikkan gaji honorer, mendesak pembatalan kenaikan tunjangan anggota DPR, pajak yang kurang berpihak ke rakyat, reformasi DPR dan Polri, dan isu lain.
Iwan Aflanie bersyukur massa yang didominasi mahasiswa mampu mengendalikan diri dengan tidak merusak fasilitas umum serta tidak terprovokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti kejadian di Jakarta, Makassar, NTB, Solo, Yogyakarta, Kalteng, dan daerah lainnya.
Ia mengatakan kondisi damai pada demonstrasi ini sesuai dengan arahan Rektor ULM yang sebelumnya memberikan arahan kepada para mahasiswa sebelum turun ke jalan.
Iwan juga mengapresiasi sikap Ketua DPRD Kalsel Supian HK yang mau menerima ribuan pendemo meski kondisi fisik kurang sehat setelah menjalani operasi ginjal.
“Alhamdulillah, mahasiswa dari ULM dan kampus lain, serta buruh dan masyarakat telah menunjukkan sesuatu yang terpuji. Mereka bubar dengan damai setelah aspirasi diterima Ketua DPRD Kalsel,” tuturnya.
Bahkan, katanya, massa juga menunjukkan sikap yang patut dicontoh, karena membersihkan sampah yang berserakan setelah unjuk rasa selesai.
Iwan berharap apa yang telah dilakukan massa dan Ketua DPRD Kalsel, dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam pelaksanaan unjuk rasa.
Dalam aksi unjuk rasa ini, para wakil rektor ULM dan sejumlah dekan fakultas ikut memantau situasi sebagai pertanggungjawaban terhadap mahasiswa untuk mewujudkan situasi aman dan kondusif serta mencegah pihak lain memprovokasi mahasiswa.
“Terima kasih kepada seluruh mahasiswa, karena telah memberikan contoh yang baik kepada masyarakat, tentu ini menjadi kebanggaan bagi almamater,” ujar Iwan.
Meski massa mulai meninggalkan lokasi, personel gabungan dari Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin dengan peralatan lengkap masih menjaga lokasi di halaman DPRD Kalsel sejak pagi hari hingga sore ini, untuk menjamin situasi tetap kondusif.


















