Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Kemenhut Andalkan Teknologi dan Biobank untuk Selamatkan Satwa Terancam Punah

46
×

Kemenhut Andalkan Teknologi dan Biobank untuk Selamatkan Satwa Terancam Punah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) akan menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan populasi satwa terancam punah termasuk menggunakan teknologi asistensi reproduksi atau Assisted Reproductive Technology (ART) yang memanfaatkan bank hayati.

Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut Satyawan Pudyatmoko di Jakarta, Senin, menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan peningkatan populasi sejumlah satwa dilindungi termasuk badak jawa (Rhinoceros sondaicus), badak sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) dan badak kalimantan yang merupakan satu spesies dengan yang berada di Sumatera.

Example 300x600

Satyawan menjelaskan bahwa dalam upaya konservasi di tingkat internasional penggunaan ART dan bank hayati (biobank) sudah digunakan untuk membantu peningkatan populasi terancam punah. Seperti yang dilakukan untuk menyelamatkan populasi badak putih (Ceratotherium simum) di Afrika.

“Baru nanti dimasukkan ke surrogate mother, dilahirkan untuk menyelamatkan badak sumatera yang ada di Kalimantan,” jelasnya.

Bank hayati sendiri berfungsi untuk menyimpan genetik jenis spesies langka yang terancam punah. Genetik yang disimpan dimanfaatkan untuk teknologi asistensi reproduksi untuk mendorong penambahan populasi.

Dia menjelaskan bahwa asistensi itu diperlukan karena sejumlah satwa sudah memiliki populasi yang terbatas dengan area yang sudah terfragmentasi. Termasuk badak jawa yang kajian terakhir memperlihatkan tingkat perkawinan sedarah (inbreeding) mencapai 58 persen.

Terkait hal itu, langkah translokasi akan dimulai untuk menyelamatkan populasi badak jawa dan menekan tingkat perkawinan sedarah, yang diluncurkan pada 29 Agustus lalu dengan nama “Operasi Merah Putih”. Pemindahan lokasi itu akan dilakukan dari wilayah Semenanjung Ujung Kulon ke Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA) di Desa Ujungjaya, Kabupaten Pandeglang, yang masih dalam lokasi Taman Nasional Ujung Kulon.

Jumlah badak jawa yang akan dipindahkan adalah sepasang jantan dan betina yang dipastikan memiliki hubungan kekerabatan jauh. ART dan biobank akan digunakan untuk mendorong kelahiran anak badak baru di lokasi tersebut.

“Jadi ambilnya tidak acak. Kita ambil individunya sehingga nanti ketika dia dikawinkan mereka berkerabat jauh,” kata Satyawan.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *