Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

Empat Desainer Muda Berangkat ke Milan untuk Belajar Desain Sepatu & Tas

8
×

Empat Desainer Muda Berangkat ke Milan untuk Belajar Desain Sepatu & Tas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Jakarta – (AmperaNews.com) – Empat desainer muda Indonesia mendapat beasiswa untuk belajar di sekolah desain sepatu dan tas ternama Arsutoria School di Milan, Italia.

Menurut siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis, beasiswa tersebut diberikan kepada Hadisti Mardhiya dari LaSalle College Jakarta, Mujib Titian dari Bagian Desain dan Pengembangan Alas Kaki Prabu Shoes, Mohammad Jordy Mozza Servia dari IFW & Piazza Firenze Garut, dan perancang fesyen Shafwa Kamilia Zahira Azzahra dari Piazza Firenze Garut.

Example 300x600

Mereka selama tiga bulan akan menjalani pelatihan pembuatan produk kulit yang mencakup desain, pola, pemilihan material, hingga pembuatan prototipe dengan standar internasional di Arsutoria School.

Program beasiswa tersebut merupakan hasil kolaborasi Kedutaan Besar Italia, Italian Trade Agency (ITA), Indonesia Fashion Week (IFW), Koperasi Artisan Kulit Indonesia, dan Spinindo/Piazza Firenze Garut.

Presiden Indonesia Fashion Week sekaligus Ketua Koperasi Artisan Kulit Indonesia Poppy Dharsono mengatakan, program beasiswa ditujukan untuk melahirkan desainer baru yang fokus pada bahan baku kulit serta mendukung pengembangan industri kulit di Garut, Jawa Barat.

“Garut sebenarnya punya potensi luar biasa. Tetapi, karena kurangnya panduan, produk yang dihasilkan para pengrajin tidak banyak berubah dari tahun ke tahun,” kata Poppy.

“Dengan pengalaman saya dan jaringan yang kuat di Italia, saya ingin menghadirkan sentuhan baru agar produk Garut bisa naik kelas,” ia menambahkan.

Direktur Utama Spinindo/Piazza Firenze Garut Anto Sudaryanto menyampaikan pentingnya kehadiran desainer yang mampu menghadirkan tren baru serta bisa menjembatani pekerja kulit dengan pelaku usaha.

“Dengan hadirnya peran ini, artisan kulit Garut bisa berkembang menjadi artisan sejati, bukan sekadar pengrajin teknis, tetapi kreator yang mampu menempatkan produk Garut di peta fesyen global,” katanya.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia Budi Santoso meminta para desainer mempelajari tren serta membangun jejaring selama belajar di Milan, Italia.

“Jadilah mata dan telinga bangsa untuk menangkap tren dan peluang, serta bangun jejaring strategis yang kelak membuka jalan bagi desainer Indonesia lainnya,” katanya.

“Pergilah dengan membawa nama Indonesia ke dunia, dan kembalilah sebagai kebanggaan negeri,” ia menambahkan.

Duta Besar Italia untuk Indonesia Roberto Colamine menyampaikan bahwa program beasiswa untuk desainer ditujukan memperkaya pengetahuan talenta muda Indonesia tentang metode dan pendekatan untuk mengubah ide kreatif menjadi produk industri.

Selain membuka peluang untuk belajar di pusat industri mode dunia seperti Italia, program beasiswa tersebut menghadirkan ruang untuk meningkatkan daya saing industri kreatif nasional serta memperkenalkan keunikan Indonesia kepada warga mancanegara.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *