Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Uncategorized

UNIB Tanamkan Wawasan Bela Negara dan Antiradikalisme ke Mahasiswa Baru

97
×

UNIB Tanamkan Wawasan Bela Negara dan Antiradikalisme ke Mahasiswa Baru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Bengkulu – (AmperaNews.com) – Universitas Bengkulu, Provinsi Bengkulu membekali para mahasiswa baru dengan wawasan bela negara, antiradikalisme serta antikorupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).

“Jadilah agen anti radikalisme, anti narkoba dan anti intoleransi. Jadikan kampus ini benteng bagi nilai-nilai Pancasila,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Bengkulu Dr. Lisa Adhrianti di Bengkulu, Selasa.

Example 300x600

UNIB membekali 5.102 mahasiswa baru dengan pengetahuan strategis terkait bela negara, pencegahan radikalisme, penanggulangan narkoba, serta pencegahan KKN, dan menambah pemahaman bela negara.

Universitas Bengkulu menghadirkan TNI yang memberikan wawasan bela negara, Polri memberikan wawasan tentang nilai-nilai Pancasila, antiradikalisme, antiterorisme, anti intoleransi, dan kejaksaan yang memberikan wawasan tentang antikorupsi.

Guru Besar Universitas Bengkulu Prof. Agustin Zarkani menekankan mahasiswa adalah agen perubahan yang harus berkontribusi aktif dalam memberantas berbagai penyimpangan sosial melalui kampanye sosial, kontrol sosial, dan ajakan positif kepada masyarakat.

“Sebagai mahasiswa, kalian harus ikut menjaga keutuhan NKRI, menolak radikalisme dan intoleransi, menjauhi penyalahgunaan narkoba, dan membangun integritas agar tidak terjerumus ke dalam praktik KKN,” kata dia.

Kepala Sub Direktorat Keamanan Khusus Polda Bengkulu AKBP Sukarno M Munthe menjelaskan pentingnya membekali mahasiswa tentang pemahaman antiradikalisme dan antiterorisme.

Menurut dia, mahasiswa juga termasuk kelompok rentan terpapar paham radikalisme, terorisme, intoleran serta paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Apalagi saat ini, paham-paham berbahaya tersebut dengan mudah menyebar lewat media daring, media sosial yang semua masyarakat termasuk mahasiswa tak lepas dari mengakses media sosial.

Oleh karena itu, menurut dia pentingnya membekali mahasiswa dengan ideologi bangsa, nilai-nilai Pancasila dan upaya pencegahan terhadap paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa.

Dia juga mengingatkan agar mahasiswa menghindar dari sikap intoleran, sebab sikap tersebut dapat menjadi cikal-bakal dari radikalisme dan terorisme.

“Intoleran titik awal dari ketidakseimbangan sosial, merupakan embrio lahirnya radikalisme, dan radikalisme embrio lahirnya terorisme,” ujar AKBP Sukarno.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *